Dumbek , begitulah orang menyebutnya. Kue tradisional khas Blora ini dapat ditemukan ketika acara sedekah bumi --masyarakat Blora menyebutnya ‘gasdesa’–. Terkadang di beberapa pasar tradisonal di Blora juga dapat ditemukan, meski agak jarang. Di beberapa daerah, seperti Rembang, Tuban, Lamongan, dan Gresik, juga mengenal kue tradisional ini.
Kue yang memiliki cita rasa kenyal, gurih, dan manis ini terbalut daun kelapa atau aren yang masih muda ‘janur’ dengan cara mengulirkannya hingga mirip terompet. Proses pembuatan wadah dumbek cukup sukar sebab ketika dimasak kerap kali bocor sehingga adonan keluar. Selain itu, pembuatannya cukup memakan waktu dan bahan bakunya, janur, sukar ditemukan. Tak ayal dumbek pun menjadi kue buruan favorit ketika sedekah bumi.
Dumbek terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di pasar tradisional, seperti tepung beras, santan, gula merah, daun pandan, dan garam. Bahan-bahan itu dicampur dengan takaran pas hingga menjadi adonan. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam wadah janur yang diikat sekitar 10 pcs per-ikatan. Jika telah terisi semua, wadah janur berisi adonan dimasukkan ke dalam alat pemasak dan dimasakk sekitar dua samapai dengan tiga jam.
Sobat mijil mau mencoba dumbek? Kalau iya, tentunya wajib datang ke Blora dan pastikan ketika datang bertepatan dengan acara sedekah bumi ya. Septiana DCN.GZ20