Desa Warna-Warni di Lereng Gunung Sumbing

Desa Butuh adalah sebuah desa kecil di kaki Gunung Sumbing yang dulu hanya dikenal oleh warga sekitar. Desa ini tersembunyi di lereng yang curam, dengan deretan rumah-rumah sederhana yang tampak seolah menggantung di dinding-dinding Gunung Sumbing. Setiap pagi kabut menutupi atap-atap rumah dan sinar matahari perlahan menembus awan, menciptakan suasana damai yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Selama bertahun-tahun, para warga hidup tenang sebagai petani sayuran. Mereka bangun sebelum matahari terbit, menanam kol, wortel, kentang di ladang mereka yang sempit. Mereka tak pernah menyangka bahwa suatu hari, desa kecil mereka akan dikenal dunia. Semuanya berubah ketika seorang wartawan mengunggah foto ke media sosial. Rumah-rumah yang tersusun rapi di lereng yang curam itu mengingatkan banyak orang pada pemandangan desa-desa di Nepal, dekat pegunungan di Himalaya. Sejak saat itu nama “Nepal Van Java” mulai melekat. Kini, Nepal Van Java bukan hanya sekedar tempat, tapi simbol kebangkitan desa. Desa yang dulunya sederhana dan sunyi, kini menjadi tempat wisata pegunungan yang banyak diminati.

Desa Butuh yang kini dikenal dengan julukan “Nepal Van Java”, terletak di lereng Gunung Sumbing, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tenggah. Julukan “Nepal Van Java” pun muncul, dan saat itu, desa ini terus berkembang menjadi destinasi wisata populer yang menyajikan pemandangan alam yang sangat indah, udara yang sejuk, dan budaya lokal yang menarik. Istilah “Van” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti “dari” sehingga nama itu dapat diartikan “Nepal-Nya Pulau Jawa”, sehingga “Nepal Van Java” bisa diartikan Nepal dari Pulau Jawa. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan dan perhatian media, sebutan ini semakin terkenal sehingga menjadi identitas wisata khas Desa Butuh.

Setelah Nepal Van Java menjadi destinasi wisata yang viral maka warga mulai memperbaiki desa, seperti mengecat rumah dengan warna-warna yang cerah agar terlihat lebih menarik, membangun spot foto, dan memperbaiki akses jalan menuju tempat wisata. Selain itu, warga juga memulai mengembangkan konsep wisata berbasis masyarakat, yang melibatkan partisipasi warga dan penduduk dalam mengelola kegiatan pariwisata. Dengan kerja sama tersebut, Desa Butuh berkembang menjadi salah satu destinasi wisata pegunungan yang semakin dikenal dan juga diminati oleh para wisatawan. Hal tersebut meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, baik dari dalam kota maupun dari luar kota. Suara anak-anak bermain, aroma kopi dari warung warga, dan senyum ramah dari penduduk merupakan bagian dari daya tarik yang membuat pengunjung betah. Dengan bertambahnya pengunjung menjadikan pendapatan warga pun ikut bertambah, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga. Kini, Desa Butuh dikenal luas sebagai salah satu tempat wisata alam unggulan di Jawa Tenggah, pemandangannya yang khas dan dukungan dari warga lokal.

Nepal Van Java yang berada di lereng Gunung Sumbing memberikan pemandangan alam yang sangat indah. Deretan rumah warga yang berwarna-warni serta tertata rapi di lereng yang curam, memberikan pemandangan yang khas dan mengingatkan kita pada perkampungan di pegunungan Himalaya. Suasana udara yang sejuk, langit yang jernih, dan deretan kebun sayur yang hijau menjadi perpaduan yang indah antara alam dan kehidupan desa. Saat pagi hari, desa ini diselimuti kabut tipis yang memperkuat suasana yang tenang dan asri. Tak mengherankan jika kawasan ini kini menjadi salah satu tujuan wisata pegunungan yang paling banyak diminati para wisatawan.