Dampak Teknologi Digital Terhadap Pendidikan Generasi Z

Gen Z berarti generasi milenial, yaitu generassi yang lahir pada tahun 1996 hingga 2012. Gen z sering dikenal dengan nama digital natives dikarenakan tumbuh dengan era teknologi digital yang sudah menyebar dan terus berkembang. Gen z juga merupakan generasi yang memanfaatkan teknologi untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Karena tumbuh dengan teknologi yang terus berkembang ini, mereka terbiasa dengan hal-hal berbau teknologi atau sering disebut dengan tech-savvy. Mereka mampu menguasai teknologi sejak dini atau bahkan setelah dirilis. Gen z cenderung cepat dalam menangkap kemajuan telnlogi dibantingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi sebelumnya terbiasa dan bisa hidup tanpa teknologi, namun gen z sangat tidak bisa jauh dari teknologi. Itu adlah perbedaan terbesar gen z dengan generasi sebelumnya.

Generasi z dikenal memiliki ambis yang besar untuk sukses. Sifat inilah yang membuat mereka cenderung inklusif dan kreatif. Adanya internet yang semakin mudah dijangkau ini membuat generasi z mahir menggunkan platfom media sosial seperti twitter, Instagram, tiktok, snapchat, youtube, dan lain sebagainya. Mereka mampu memanfaatkan platfom-platfom ini untuk berkarya. Selain itu, dengan menggunakan media sosial kita dapat mendalami keterampilan yang dimiliki seperti karya seni, tulisan, atau bakat dengan audiens yang lebih luas. Karena inilah generasi z tidak bisa hidup tanpa adanya teknologi digital.

Generasi Z tumbuh dalam era teknologi digital yang pesat. Pendidikan seharusnya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran efektif. Seperti Penggunaan platform daring, aplikasi pembelajaran interaktif, dan simulasi virtual dapat membawa pengalaman baru dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Pengajar lebih banyak berperan dalam pendampingan daripada pengajaran. Pola pendidikan generasi z cenderung lebih mandiri, terbiasa dengan pergantian kurikulum membuat generasi z lebih mudah beradaptasi dengan setiap metode pembelajaran baru. Namun, di era gempurnya teknologi pasti ada hal negatifnya. Ai adalah salah satu teknologi yang sedang berkembang dan sangat trending dikalangan siswa. Teknologi ini sebenarnya sangat berguna untuk membantu proses pembelajaran, akan tetapi beberapa fitur yang disediakan telah digunakan dengan salah. Para siswa cenderung menggunakan teknologi ini untuk mengerjakan tugas dari pada membantu dalam proses pembelajaran.

Generasi z sangat terpengaruh dengan hal-hal yang sedang trending. Mereka cenderung mengikuti sesuatu hal yang sedang ramai dibicarakan. Bahkan pemilihan jurusan untuk melanjutkan study. Mereka sering melihat konten-konten dari influencer yang membagikan pengalaman kerja yang memberikan inspirasi kepada pengikutnya. Pembelajaran berbasis proyek memerlukan jiwa kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah. Mereka harus berpikir kreatif untuk bisa mengembangkan ide-ide mereka atau menemukan ide baru urntuk bahan proyek. Proyek-proyek yang unik ini dapat memungkinkan siswa untuk selalu berpikir maju karena mereka harus dapat mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki.