Aku bingung dengan orang dewasa, aku heran dengan orang dewasa, dan aku berharap aku tidak menjadi dewasa. Hei sobat, aku ingin bercerita anehnya orang dewasa, apa kamu orang dewasa?. Kalau kamu orang dewasa, maka dengarlah cerita ku ini. Kalau tidak mau ya silahkan, ceritaku juga bodoh untukmu. Aku mungkin tidak paham denganmu, tapi aku tahu dengan yang ku lakukan.
Kau tahu sobat, aku sangat benci sekali dengan sekolah. Bayangkan saja, ketika aku sekolah aku selalu diajarkan untuk berbuat baik, menyayangi hewan, mendengarkan orang tua merawat pohon, menjaga kesehatan dan banyak lagilah hal-hal membosankan yang harus dipelajari. Kau tahu apa yang membuat aku benci?, bayangkan saja aku disuruh melakukan hal-hal tersebut sedangkan banyak orang dewasa diluar sana melakukan hal yang tidak dipebolehkan.
Contohnya saja ketika aku pulang dari sekolah sore hari itu. Aku mendengar suara yang membuat telinga ku keberisikan. Suara yang keras sekali sampai-sampai aku tidak bisa mendengar suaraku sendiri. Dan aku sudah mendengar suara ini berkali-kali setiap harinya dan aku bosan karenanya. Karena penasaran kucoba dekati sumber suara itu, semakin ku mendekat suara ini tambah berisik saja. Selain itu suara berisik ini disusul oleh suara benda yang sangat berat dan jatuh ke tanah. Aku semakin penasaran dengan apa yang kudengar ini. Setibanya aku disana aku melihat ada banyak sekali orang-orang dewasa sedang membawa alat yang tak pernah kutemui sebelumnya. Alat ini kuakui sangat hebat, bayangkan saja pohon yang tinggi dan tebal bisa ditembus oleh alat ini. Alat itu ternyata adalah sumber suara berisik tadi yang menggangu pendengaranku dari tadi.
Namun aku tak peduli lagi dengan telingaku saat ini, yang aku pedulikan adalah bagaimana aku bisa menggunakan alat itu. Karena penasaran aku mendekat pada orang-orang itu dan berkata “apakah aku boleh meminjam alat itu paman-paman?”. Setelah mereka mendengar suaraku itu, mereka langsung tertawa dengan kencang dan berbicara pada rekannya dengan bahasa yang tak kupahami. Setelah itu mereka menyuruhku untuk pergi dan pulang kerumah. Sebelum aku pergi aku teringat dengan perkataan guruku di sekolah mengenai menjaga pohon. Lalu aku berpikir bukankah paman-paman ini dulu memiliki guru yang pastinya bilang pada mereka tentang pentingnya merawat pohon?. Apa mereka lupa?, lalu aku sebagai anak yang baik aku akan mengingatkan mereka.
“Hei paman-paman, kenapa kalian memotong pohon itu? Apa kalian lupa apa yang dibilang oleh guru kalian saat masih sekolah? Kalau kalian lupa tenang, karena aku anak baik aku akan mengingatkan kalian kalau merawat pohon nanti kalian juga menjaga alam”
Suaraku yang keluar ini tiba-tiba mendapatkan balasan tawaan dari paman-paman ini. Aku jadi bingung, bagian mana yang lucu. Apa aku memiliki ingus dihidungku? Kurasa tidak, aku jadi tambah bingung karenanya.
“Hei anak kecil, kalau menjaga alam apa untungnya bagi manusia hah? Alam ini kan ada untuk manusia. Apa salahnya kita mengambilnya?”
Pertanyaan ini membuatku bingung sekali. Untung?, alam untuk manusia?, apa ini? Timbul pertanyaan besar dalam diriku dan aku tidak memahaminya.
Sebenarnya, apa yang aku pikirkan ini?
Hei kamu, kamu paham tidak apa yang paman-paman itu katakan? Aku sebenarnya ingin bertanya lagi pada mereka, tapi aku tidak bisa.
Hei kamu, kamu bisa tanyakan pada paman-paman itu tidak?
Apa maksud mereka?
Apa itu untung?
Alam itu apa? Kok mereka bilang alam milik manusia?
Aku sebenarnya ingin bertanya pada mereka, tapi tidak bisa.
Dua minggu setelah aku bertemu paman-paman itu, aku jadi gak bisa bicara, jalan, melihat, makan. Bahkan aku berteriak sekalipun aku tidak bisa didengar.
Kalau kamu bisa tahu apa yang kubicarakan ini, mungkin ini sebuah keajaiban sih.
Aku bahkan ragu apa kamu mengikuti cerita ku ini
Jadi, kalau kamu bertemu dengan paman-paman itu aku mau kamu bertanya kepada mereka hal-hal tadi.
Atau, kamu punya jawaban tentang pertanyaan ku, kalau punya aku akan senang sekali mendengarnya.
Oh, dan satu lagi. Kenapa aku gak bisa bicara, jalan, melihat dan makan?
Dan, siapa yang buat aku menjadi begini?
Tolong banget ya sobat.
