Buku penyebab perdebatan | cerita anak

Buku penyebab perdebatan

Oleh : Fauziah Aulia

Saat ini adalah hari senin, para siswa akan kembali bersekolah setelah hari libur. Sekarang sudah memasuki musim penghujan yang tidak dapat ditebak kapan hujan akan tiba. Pada pagi hari ini langit terlihat gelap dan tidak lama hujan mulai turrun dan semakin deras

Aulia sudah menyiapkan sepedanya untuk berangkat menuju sekolah namun ternyata saat dia keluar dari rumah dia baru sadar kalau sekarang sedang hujan. Dia kebingungan memikirkan bagaimana caranya agar dia tetap bisa pergi ke sekolah walaupun sedang hujan. Sudah 5 menit Aulia termenung hingga akhirnya memutuskan untuk pergi ke sekolah tetap menggunakan sepeda namun menggunakan jas hujan agar dirinya tidak basah. Aulia bergegas mengambil mantel di kamarnya lalu langsung berangkat setelah sudah siap. Aulia mengayuh sepedanya dengan penuh kehati-hatian karena jalanan sangat licin dan banyak genangan air.

Selama perjalanan Aulia mengayuh sepedanya sembari kedinginan karena jarak rumah dengan sekolahnya tidak terlalu dekat. Jarak rumah Aulia dengan sekolah sekitar 3 KM. Namun Aulia tetap semangat karena dia bisa belajar dan bertemu dengan teman temannya di sekolah. Pada pukul 07.00 Aulia sudah tiba di sekolah. Syukur saja Aulia tidak terlambat sehingga tidak mendapatkan hukuman.

Aulia langsung berjalan menuju kelasnya dengan rasa lega. Setibanya dikelas dia disapa oleh teman teman lainnya. Aulia membalas sapaan teman-temannya dengan wajah bahagia. Aulia mengeluarkan bukunya untuk mengikuti pelajaran matematika.

Hari ini upacara bendera ditiadakan karena hujan masih belum reda. Bu Nessi segera mempersiapkan diri untuk memulai pembelajaran. Para siswa belajar dengan sangat antusias. Pada saat akhir pembelajaran bu Nessi memberikan kuis yang selalu rutin diadakan.

Bu Nessi memberikan beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa yang menginginkannya. Aulia, Sean, dan jojo berhasil menjawab pertanyaan dari ibu Nessi. Namun bu Nessi tetap memandang semua murid sama tanpa ada rasa pilih kasih. Para siswa juga tidak merasakan adanya pilih kasih karena tiap pertemuan akan terdapat kuis-kuis lain sehingga para siswa yang tidak berkesempatan menjawab dapat menjawab di kuis selanjutnya.

Bel telah berbunyi itu artinya sudah saatnya untuk pulang karena kegiatan belajar mengajar sudah berakhir dan saat ini sudah menunjukkan pukul 13.00. para siswa langsung membubarkan diri untuk pulang menuju rumah masing masing. Begitu juga dengan Aulia dan teman teman. Aulia bergegas menuju parkiran untuk mengambil sepedanya.

Aulia pulang menuju rumah dengan wajah yang sangat gembira karena sepulang dari sekolah ayah dan ibunya akan mengajak Aulia untuk pergi ke supermarket dan toko buku. Kali ini tak seperti biasanya Aulia memilih jalan yang berbeda agar lebih cepat sampai rumah walaupun jalanan yang dipilih tidak semulus jalanan yang biasa dia lewati. Saat sedang melewati sebuah gubuk Aulia melihat ada Alya lalu dia langsung menyapanya “haii Alya ternyata kamu lewat jalan ini?”. Alya yang mendengar suara Aulia pun terkaget hingga membuat Alya terjatuh dari sepedenya karena hilang keseimbangan.

Aulia terkaget melihat Alya terjatuh lalu dia langsung menghentikan sepedanya untuk menolong Alya. Namun Alya terlihat sangat kesal dengan Aulia karena sudah membuatnya terjatuh “kamu ini bagaimana sih Aulia kan aku jadi kaget!” Kata Alya dengan nada sedikit tinggi. Karena Aulia juga merasa bersalah dengan Alya dia pun langsung meminta maaf “maaf ya Alya aku tadi cuma mau nyapa kamu aja nggak ada niatan buat kagetin kamu”. Tanpa menghiraukan ucapannya Alya langsung meninggalkan Aulia karena sudah merasa jengkel.

Aulia berusaha untuk memaklumi Alya jika marah kepadanya karena dia sudah membuat Alya jatuh. Lalu Aulia melanjutkan perjalanannya menuju rumah dan sesampainya dirumah ternyata ayah dan ibunya sudah menunggu di teras rumah dan mereka sudah siap pergi. “Assalamualaikum ayah, ibu” ucap Aulia sembari salim mengecup tangan ayah dan ibunya. “Waalaikumsalam, Aulia sudah sampai ternyata, sekarang kamu langsung siap-siap ganti baju ya ayah dan ibu tunggu di mobil” ucap ibu Aulia dengan nada yang lembut. “Iyaa bu aku siap siap dulu ya” jawab Aulia sembari berjalan menuju kamarnya.

Aulia mengganti seragamnya dengan pakaian yang nyaman. Setelah dia selesai bersiap-siap Aulia langsung menuju mobil dan mereka langsung berangkat ke supermarket terlebih dahulu. Mereka pun langsung berbelanja apa yang habis di rumahnya. Mereka berbelanja sekitar 2 jam dan sekarang mereka sedang antri untuk membayar belanjaan. "Ayah, ibu habis ini kita jadi ke toko buku kan ? " Tanya Aulia.

“Jadi dong nak anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahun kamu bulan lalu” jawab ayah Aulia. Aulia berloncat-loncat sangat bahagia karena dia hobi membaca buku. “Asyikkk terimakasih ya ayah, ibu”. Ayah dan ibunya tersenyum melihat kelakuan anaknya. Setelah selesai membayar mereka melanjutkan perjalanan menuju toko buku yang tak terlalu jauh dari supermarket.

Sampai di toko buku Aulia langsung bergegas menuju bagian novel dan memilih buku mana yang akan dia beli. Dan akhirnya dia sudah menemukan buku yang diinginkan. Aulia langsung mengambilnya, namun pada saat yang bersamaan ada orang lain juga yang memegang buku itu karena hanya tersisa satu buku. Mereka sama sama terkaget karena Aulia dan Alya bisa bertemu di toko buku. Karena Aulia merasa lebih dulu mengambil bukunya dia bilang kepada Alya " maaf ya Alya tapi aku sudah terlebih dulu mengambil bukunya". “Mana ada jelas jelas aku udah ngambil buku itu duluan terus kamu rebut!” Jawab Alya.

Mereka pun masih berdebat kecil hingga membuat kedua orang tua Alya dan Aulia datang karena mendengar suara ribut. Aulia dan Alya sama-sama kekeh menginginkan buku itu. Karena Alya merasa kesal dengan Aulia dia menjambak rambut Aulia. Aulia merasa kesakitan dan berteriak. Tindakan mereka berdua membuat kedua orang tuanya bingung.

“Ada apa ini kenapa ribut ribut ?” Tanya ayah Aulia. “Ayahh aku mau buku ini tapi diambil Aulia” jawab Alya mengadu pada ibunya. Kedua orangtua mereka pun memberikan penjelasan kepada mereka agar tidak berebut buku hingga pada akhirnya orangtua Alya mengarahkan Alya untuk meminta maaf. " Maaf yaa Aulia aku sudah merebut bukunya" ucap Alya sembari mengulurkan tangannya.

“Sama-sama Aulia aku juga minta maaf ya” jawab Aulia sambil menjabat tangan Alya. Tak lama kemudian mereka sudah akur dan tiba-tiba Alya termenung. "Kamu kenapa Alya kok melamun? Tanya Aulia. “Emm Aulia, aku minta maaf ya selama ini aku udah jahat sama kamu” ucap Alya dengan nada sedikit rendah.

" Tidak apa apa Alya kamu juga ngga jahat kok" jawab Aulia. Saat itu juga mereka berpelukan dan kedua orang tua mereka tersenyum melihat anak anaknya. “nah gitu dong sebagai teman kalian tidak boleh saling bermusuhan dan harus saling menyanyangi” ucap ibu Aulia. Tidak lama kemudian Alya mempunyai ide “Aulia, karena kamu memberikan buku ini untuk aku besok kamu bisa pinjam untuk membacanya” ucap Alya. “Wah seriusan Alya aku boleh pinjam buku itu?” Tanya Aulia dengan sangat antusias.

“Iyaa dong Aulia aku serius, mulai sekarang kita akan menjadi sahabat” jawab Alya. “wahhh dengan senang hati Alya, aku tidak menyangka kita bisa menjadi teman yang sedekat ini” jawab Aulia. Keesokan harinya mereka bertemu lagi disekolah. Mereka berdua terlihat sangat akur hingga membuat teman-temannya heran. “Wahhh tumben kalian bisa akur, kalian habis mimpi apa tadi malam?” Tanya Sean. “Hahaha Sean ih memangnya kenapa kalau kita akur?” Jawab Aulia sembali tertawa dan merangkul Alya. “Nggak papa dong justru kita senang kalau melihat kalian berdua akur” sambung Jojo sambil tersenyum.

“Lain kali jangan berantem lagii ya, kalau kalian berantem kita ikut pusing nihh” canda Sean dengan wajahnya yang mengesalkan. “Iyaa dong kita nggak akan berantem lagi karena kita semua adalah teman. Iyaa kan Aulia?” Sambung Alya dengan nada gembira. “Iyaa dong kita semua yang ada disini adalah teman” jawab Aulia. Kemudian mereka semua berpelukan dan bu Nessi sebagai guru tersenyum haru melihat pertemanan anak muridnya. Bel sudah berbunyi dan mereka segera masuk kedalam kelas untuk belajar.