Berwisata Sekaligus Belajar di Jakarta

Jakarta atau biasa disebut Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah salah satu ibukota negara di Indonesia. Jakarta adalah salah satu tempat berdirinya perusahaan-perusahaan besar milik negara, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Di Jakarta juga terdapat banyak tempat wisata. Selama Pandemi Covid-19, beberapa tempat wisata di Jakarta sempat tutup.

Hal ini dikarenakan dengan adanya program dari pemerintah untuk mengurangi kerumunan dan tetap berada di rumah sebagai upaya dari penanggulangan agar masayarakat tidak terpapar virus Covid-19. Tetapi saat ini,wisata di Jakarta sudah banyak yang buka. Dengan catatan, warga yang ingin berkunjung ke tempat wisata, diharuskan sudah melakukan Vaksinasi Covid-19, dan melakukan cek suhu tubuh dengan suhu yang normal.

Banyak dampak dari turunnya jumlah wisatawan di Jakarta. Dapat dilihat pada tahun 2019, wisatawan bisa mencapai 41,6 juta, sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan yang sangat tinggi yaitu hanya sebesar 6,1 juta orang. Untuk tetap mempertahankan bisnis di bidang pariwisata, pemerintah juga menerapkan sertifikat CHSE (Clean, Healthy, Safety, dan Environment) untuk mendukung jalannya pariwisata, namun tetap menerapkan aspek kesehatan masyarakat. Dengan diberlakukannya Vaksinasi dan menrepkan adanya sertifikat CHSE, wisatawan kembali meningkat beberapa persen dari total pengunjung sebelumnya.

Di Jakarta juga terdapat beberapa wisata bersejarah yang bisa menambah wawasan para pengunjung. Salah satunya adanya Monumen Nasional atau biasa disebut sebagai Monas.

Monumen ini berada di Jakarta Pusat. Di Monas terdapat 51 dioroma yang menggambarkan sejarah-sejarah Indonesia, mulai dari zaman pra-sejarah, colonial, kerajaan, hingga saat ini. Monas dibangun pada bulan Agustus 1959.

Bangunan Monas ini dirangcang oleng beberapa arsitek yang bernama Soedarsono, Ir. Rooseno, dan Frederich. Monas diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961, yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Monumen ini mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975. Di dalam monumen ini juga terdapat Ruang Museum Sejarah.

Wisatawan dapat belajar banyak sejarah di ruangan ini. Pada ruangan ini pengunjung dapat belajar mengenai kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia hingga masa pembangunan di jaman orde baru, dan kisah bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Di dalam ruangan ini, pengunjung dapat mendengarkan rekaman suara Bung Karno pada saat membacakan Proklamasi.

Tempat wisata selanjutnya adalah Museum Fatahillah. Museum ini berada di Jakarta Barat. Di Museum ini juga bukan hanya sekadar untuk menikmati keindahan bangunan dan koleksiannya, tetapi juga bisa belajar tentang sejarah-sejarah masa lalu Indonesia. Museum fatahillah didirikan pada tahun 1620. Pada tahun 1942, gedung ini digunakan untuk kantor pengumpulan logistic Dai Nippon atau kekaisaran Jepang.

Gedung ini dipakai sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada saat setelah Indonesia merdeka. Tahun 1961, gedung ini digunakan sebagai kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dan akhirnya di tahun 1970, bangunan ini digunakan sebagai Cagar Budaya. Setelah 4 tahun berjalan, akhirnya Gubernur DKI Jakarta merenovasi ulang gedung ini dan meresmikan gedung ini sebagai Museum Sejarah Indonesia.

Museum Bank Indonesia juga termasuk salah satu tempat wisata yang paling bersejarah di Jakarta. Museum ini berada di Jakarta Barat. Di Museum ini, pengunjung dapat berekreasi sekaligus belajar tentang keuangan perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun. Di museum ini juga terdapat banyak koleksi jenis-jenis nilai mata uang yang pernah beroperasi di Indonesia dari masa ke masa dan juga banyak sejarah peninggalan Indonesia lainnya.

Pada zaman dahulu, gedung ini adalah milik dari Hindia BeIanda dengan nama NetherIands lndies Gulden atau De Javache Bank yang bank ini menjadi bank sentral milik Hindia Belanda. Pada akhirnya setelah Indonesia merdeka, Bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia dan bukan milik Hindia Belanda lagi.

Di museum ini, pengunjung dapat menambah wawasan dari berbagai ilmu yang ada di museum ini, salah satunya pengunjung diajarkan mengenai sistem pembayaran yang terus berubah seiring berjalannya waktu dan juga mengenai kebijakan moneter.

Itulah beberapa informasi mengernai pengertian dari Jakarta, dampak Pandemi Covid-19, upaya pemerintah dalam mengembalikan kestabilang pariwisata, serta berbagai macam tempat wisata di Jakarta yang terkenal serta dapat menambah wawasan para pengunjung.