Bersama Frasa Membangun Negeri

mersama kuli membangun negeri

Bersama Frasa Membangun Negeri

Sebelumnya saya mencari kaitan pada topik yang saya kerjakan dan saya menemukan pada laman wikipedia mengatakan bahwa konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Tapi apa bangunan saja yang selalu berkaitan dengan konstruksi? Tentu saja tidak, konstruksi juga ada kaitannya dengan seintaksis. Konstruksi sintaksis ialah satuan bahasa yang bermakna yang termasuk ke dalam bidang sintaksis yang minimal terdiri atas dua unsur. Di depan sudah dikemukakan bahwa sintaksis ialah bidang ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa. Oleh karena itu, konstruksi sintaksis ialah konstruksi yang mungkin berupa wacana, kalimat, klausa, atau frasa.

Pada bahasan ini akan membahas mengenai frasa sebagai salah satu konstruksi sekaligus objek sintaksis. Menurut (Ramlan, 1982) Frasa ialah konstruksi sintaksis yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi Artinya, frasa selalu terdiri atas dua kata atau lebih. Oleh karena itu, frasa juga disebut kelompok kata. Di samping itu, frasa tidak pernah melampaui batas fungsi. Artinya, frasa secara keseluruhan selalu berada di dalam satu fungsi tertentu, yaitu Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap, atau Keterangan. Frase, di dalam kajian sintaksis, sekaligus sebagai objek sintaksis, diperlakukan sebagai satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak berciri klausa dan pada umumnya menjadi unsur pembentuk klausa (Cook, 1971; Kentjono, 1982). Karena tidak berciri klausa, frase sebagai satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih itu tidak pernah melampaui batas-batas fungsi. Terutama, unsur-unsur sebuah frase itu tidak membentuk konstruksi klausa atau menjalani fungsi S dan P walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa di dalam sebuah frase itu terdapat konstruksi klausa yang secara fungsional terdiri atas S dan P.

Reverensi

Moeliono, A.M., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2017.

Santoso, J. (n.d.). Kedudukan dan Ruang Lingkup Sintaksis. 1-41.