Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Menyelidiki situasi dalam sebuah analisis wacana menjadi satu dari banyak hal yang krusial untuk diperhatikan saat menjalankan penelitian wacana. Dalam kajian wacana, kita meneliti teks-teks yang tersedia dari dua sudut pandang: teks dan konteks. Untuk menganalisis sebuah teks dari dua perspektif ini, kita perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang bagaimana melihatnya dari segi struktur dan fungsinya. Apapun wacana yang dianalisis, kita dapat memperhatikan konteks situasional, suasana, dan tempatnya. Hal ini menjadi pandangan yang penting dalam mengembangkan pemahaman kita tentang diri dan lingkungan kita, serta memperluas cakrawala literasi.

Contoh dari analisis wacana tekstual adalah pada kalimat “Pengusaha muda sukses meraih impian dengan tekad dan kerja keras.” Dalam menganalisis teks secara tekstual, kita memerhatikan struktur kalimat dan maknanya secara harfiah. Pesan yang disampaikan adalah tentang keberhasilan seorang pengusaha muda yang dicapai melalui tekad dan kerja kerasnya. Dalam analisis wacana kontekstual, kita mempertimbangkan situasi di mana kalimat tersebut dipakai. Misalnya, mungkin kalimat ini terdapat dalam sebuah artikel motivasi yang mengisahkan suksesnya seorang pengusaha muda. Konteks ini memengaruhi interpretasi kita terhadap kalimat tersebut, karena kita berasumsi bahwa tujuannya adalah menginspirasi pembaca dengan menyoroti pentingnya tekad dan kerja keras dalam meraih impian. Ini menunjukkan bagaimana analisis wacana tekstual membantu kita memahami struktur dan makna harfiah kalimat, sementara analisis wacana kontekstual membantu kita menggali makna yang lebih dalam berdasarkan situasi di mana kalimat tersebut digunakan.