Yukk.. belajar tentang "Kemungkinan-kemungkinan Makna Gramatikal"?

semantik

Selamat Pagi
Salam Literasi :point_up_2:

Pertemuan pagi ini kita akan belajar mengenai Buku Teori Semantik karya J.P Parera.
terkait topik “Kemungkinan-kemungkinan Makna Gramatikal”.

1. Analisis Makna Kalimat
Kalimat merupakan satu satuan bahasa dalam runtunan satuan bahasa, bermula dari fonem, morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat. Jadi, kalimat merupakan satuan bahasa tertinggi dan dapat dianalisis dengan metode-metode linguistik. salah satu metode analisis kalimat ialah analisis makna kalimat.
Contoh: Frase bahasa Indonesia ‘anak kambing’ sama dengan Frase bahasa Sikka ‘widing anak’ (widing = kambing, anak = anak).

2. Makna Kata dan Makna Kalimat
Para Linguis membedakan makna leksikal dan makna struktural atau makna gramatikal. Jadi, makna sebuah kalimat berupa kombinasi antara makna leksikal unsur pembentuk kalimat dan makna struktural. Pendekatan ini disebut pendekatan Semantik Kombinatarial.

3. Kemungkinan-kemungkinan Makna Gramatikal
Charles Carpenter Fries membedakan tiga macam fungsi semantik gramatikal atau semantik struktural sebuah kalimat. Ketiga macam fungsi makna itu ialah:
a.) makna butir-butir gramatikal
b.) makna fungsi-fungsi gramatikal
c.) makna berhubungan dengan nosi-nosi umum kalimat.
Makna Gramatikal merupakan perangkat makna kalimat yang bersifat tertutup. ia bersifat tetap sesuai dengan keberterimaan masyarakat pemakai bahasa itu. Itulah tata bahasa.

4. Hubungan Sintagmatik
Makna struktural diwujudkan dalam hubungan sintagmatik usnur-unsur leksikal pembentuk sebuah kalimat. Misalnya; frase ‘dokter wanita’ dan ‘wanita dokter’ tidak sama makna strukturalnya, kalimat ‘Ina memanggil Doni’ dan ‘Doni memanggilIna’ tidak sama makna strukturalnya walaupun usnur pembentuknya mempunyai makna leksikal yang sama.

5. Makna Kata dan Makna Gramatikal Frase
Fiilmore dan para penerusnya telah membedakan makna gramatikal kalimat sesuai dengan peran makna kata dan frase pembentuk kalimat. Fillmore berasumsi bahwa dalam sebuah kalimat verbum yang berfungsi sebagai predikat merupakan unsur sentral dan unsur-unsur yang lain (biasanya nomen) merupakan argumen.
Hubungan antara argumen dan verbum yang berfungsi sebagai predikat itu menentukan hubungan makna gramatikal kalimat tersebut.
makna gramatikal frase Nomen+Nomen dapat terwujud (1) morfemis, (2) berpartikel, (3) tata runtun.
Makna gramatikal frase Sebagian dapat diketahui berdasarkan satu system makna gramatikal dan Sebagian dapat diketahui berdasarkan informasi penutur asli dan konvensi makna saat frase itu dibentuk.
Menyusun satu kaidah makna gramatikal frase teramalkan perlu ditelaah secara mendalam dan meluas akan hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatic antarunsur pembentuknya.

6. Teknik Immediate Constituents, ICs.
Dalam menganalisis data Bahasa/korpus Bahasa tanpa ada penutur asli, para linguis strukturalis Amerika mengembangkan satu teori dan Teknik yang dikenal dengan nama Immediate ConstituentsICs”.
Teknik ICs, dipakai untuk memenggal satu konstruksi yang terdiri lebih dari dua unsur pembentuknya. Untuk dapat melakukan satu pemenggalan dengan baik diperlukan beberapa kriteria.
Kriteria ICs adalah sebagai berikut:
(a) pada mulanya sebuah konstruksi di penggal atas dua konstituen;
(b) Kriteria kohesi internal;
(c) Kriteria perbedaan internal;
(d) Kriteria kebebasan;
(e) Kriteria sendi, dan
(f) Kriteria kemudahan/kesederhanaan.

Daftar Pustaka
Parera, J.D. (2004). “Teori Semantik”. Penerbit Erlangga, edisi kedua.