Teori Medan Makna dalam Semantik yang Penting untuk Kalian Ketahui

Teori Medan Makna dalam Semantik yang Penting untuk Kalian Ketahui

Bahasa menjadi suatu alat yang efektif agar komunikasi dapat berjalan lancar tanpa kendala. Bahasa verbal dibutuhkan agar gagasan kita dapat mudah serta cepat tersampaikan kepada lawan bicara dibandingkan dengan bahasa nonverbal. Kemudian penyampaian kalimat dalam komunikasi harus diteliti terlebih dahulu, seperti misalnya dalam pelafalan tiap katanya harus jelas. Hal ini tentu saja harus diterapkan agar makna yang dimaksud bermakna tepat, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Kemudian perihal Semantik secara garis besarnya yaitu ilmu yang mempelajari tentang arti atau makna yang ada di dalam sebuah bahasa. Semantik erat hubungannya dengan pemaknaan dan sekaligus menjadi ilmu pengetahuan yang dikemas ke dalam satu kesatuan pustaka bahasa serta dimuat ke dalam pola-pola pembentukannya. Pola-pola pembentukan yang dimaksud yakni untuk arti-arti tertentu yang tafsirannya lebih rumit dan juga lebih luas. Bahkan hingga taraf penafsiran arti dalam kata.

Setiap kata tentu memiliki makna. Adapun kosakata yang dapat diperiksa seperti mengklasifikasikannya menjadi kata berdasarkan jenisnya, kata berdasarkan bentuknya, jenis-jenis makna serta medan makna. Sejatinya definisi kata yaitu sederetan huruf yang menyatu yang mana diapit oleh dua spasi. Kata juga didefinisikan sebagai satuan bahasa yang mempunyai setidaknya satu pengertian atau satu arti.

Pada bahasan kali ini, kita akan berfokus pada sistem semantik bahasa, salah satu bagiannya yaitu medan makna yang mana menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Sebagai contoh yaitu warna yang jika dikaji memiliki banyak nama-nama seperti hitam, ungu, putih, merah, biru, kuning, dan lain sebagainya. Tentang istilah warna-warna tersebut yakni menurut bahasa Indonesia. Lain lagi jika berdasarkan ilmu fisika yang mana warna putih berarti campuran dari segala warna sementara warna hitam berarti bukan warna sama sekali, maka keduanya memiliki maknanya masing-masing. Kemudian dalam bahasa inggris terdapat sebelas warna sedangkan dalam salah satu bahasa Filipina yaitu bahasa Hunanco hanya mengenal empat warna. Maka dapat disimpulkan bahwasanya kata atau unsur leksikal yang mempunyai makna yang berhubungan dalam satu bidang tertentu, jumlahnya tak selalu sama antara bahasa yang satu dan bahasa lainnya, dikarenakan berhubungan dan memiliki kaitan yang erat terhadap kemajuan dan kondisi suatu kebudayaan masyarakat dengan bahasa yang bersangkutan.

Contoh lain misalnya istilah perkerabatan, yang mana terdapat nenek, kakek, ayah, ibu, anak, cucu, cicit, sepupu, mertua. Akan tetapi jika menambahkan istilah ego ke dalamnya maka jika diuraikan menjadi anak dari mertua, anak dari moyang, dan sebagainya. Jika itu disandingkan berdasarkan istilah bahasa asing lainnya maka besar kemungkinan memiliki istilah-istilah berdasarkan bahasa asing tersebut.

Medan makna digolongkan menjadi dua yaitu kolokasi dan set. Kolokasi yakni merupakan sekelompok kata yang termasuk ke dalam lingkungannya. Misalnya kalimat badai, perahu, jaring, jangkar, tenggelam, dan nelayan. Kata-kata tersebut dapat mudah ditemukan saat dalam perbincangan perihal laut. Maka itulah yang disebut kolokasi, yang mana kata-kata tersebut berkolokasi atau ditemukan bersamaan di satu lingkungan yang sama yaitu pada saat pembicaraan mengenai laut. Kolokasi yang mana kata-kata atau unsur leksikal menunjukkan hubungannya dengan sintagmatik mengingat memiliki sifat yang linear.

Sementara itu kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan mengingat set berhubungan dengan paradigmatik. Set meliputi unsur leksikal yang berasal dari kelas yang sama yang merupakan satu kesatuan. Contoh yang dapat diambil seperti misalnya pada kata remaja dan kata sejuk. Keduanya memiliki set dan dapat diurutkan berdasarkan kelasnya. Jika diuraikan akan menjadi urutan bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, manula. Kemudian kata sejuk jika diuraikan menjadi dingin, sejuk, hangat, panas, terik.

Maka sebenarnya berdasarkan ilmu semantik, teori medan makna yang menggolongkan kolokasi dan set cukup memberi gambaran yang jelas akan tetapi hanya terkait dari segi makna dasarnya saja, yang mana tidak sampai menafsirkan apa yang disebut makna konotasi dan denotasi. Kemudian jika ingin mengetahui arti seluruh tiap kata maka dalam proses penafsirannya harus dikaji secara mendetail dan dikaji secara terpisah juga guna untuk membedakan kaitan-kaitannya dalam penggunaan kata atau dalam petuturan. Tiap kata mempunyai komponen maknanya masing-masing dan barangkali tiap kata memiliki persamaan dan perbedaan makna.

Daftar Rujukan:

Susiati, S. (2020). Semantik: Teori Semantik, Relasi Makna, Marked, dan Unmarked.

Mulyati, Y. (2017). Kosakata Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah (Kajian Jenis Kata, Bentuk Kata, Jenis Makna, dan Medan Makna). Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 45(1), 99-107.