Semesta masih menyayangiku

Kembara Sunyi

Lebam tikam tergurat dipelipis kanan
Teriknya matahari menggosongkan kulit, mengoyak tiap perihnya kebohongan
Berlari, tertatih, dan tersungkur; mendefinisikan segala letih daksa meraih angkasa
Renjana berbisik, meminta logika terbangun dari tidurnya

Angkara bersorak di tepian danau
Memanggil-manggil raga yang tak tahu arahnya kemana
Terduduk, terdiam, dan tersadar; menengadah tangan mengharap belas kasih orang-orang
Hiruk pikuk tak peduli ada raga yang tinggal seperempat jiwanya

Kembara sunyi membelah belantara
Sandyakala bersaksi jauhnya langkah tak patah arang itu
Berikhtiar, berdoa, dan bertaubat; menemukan diri dalam bentangan sajadah
Menjamah isi pikiran yang kalut, jiwa bertanya apakah hidup akan selalu berombak

Berpelukan dengan peliknya kebodohan
Melepaskan rasa pilu, menyejukkan jiwa
Mengikhlaskan, melepas, dan menua; menyegarkan insani meraih rahmat Ilahi
Menemukan teluk muara diri, kembara sunyiku kembali tenang dalam hati terdalam

14 Likes

bacanya enak tapi kok sedih ya :cry: