Sekilas Tentang Teks Laporan Kegiatan

Halo kawan Mijil… :wave:
Apakah kalian pernah menuliskan suatu laporan setelah melakukan suatu kegiatan tertentu? Misalnya, pentas seni, seminar, maupun program kerja kemahasiswaan. Nah, kalau kawan-kawan pernah melakukannya, sekarang kita akan mengulas lebih jauh tentang teks laporan kegiatan, meliputi pengertian, ciri-ciri, manfaat, dan pihak-pihak yang diberi teks laporan kegiatan.

Apa itu Teks Laporan Kegiatan?
Ketika membahas mengenai teks laporan kegiatan, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui perbedaannya dengan teks laporan penelitian. Secara umum, perbedaan keduanya terletak pada objek yang dibahas. Teks laporan penelitian disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya. Sementara itu, teks laporan kegiatan disusun berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, misalnya latihan kerja (job training), magang (internship), seminar, lokakarya, dan sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, maka teks laporan kegiatan adalah tulisan berbentuk laporan yang disusun setelah pelaksanaan suatu kegiatan tertentu. Teks laporan kegiatan biasanya dibuat untuk dijadikan pedoman dan bahan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan pada kegiatan yang telah dilaksanakan.

Apa Saja Ciri-Ciri Teks Laporan Kegiatan?
Teks laporan kegiatan termasuk salah satu jenis teks akademik. Oleh karena itu, ciri-ciri yang terdapat di dalamnya tidak jauh berbeda dengan teks akademik pada umumnya, yakni:

  1. ringkas atau padat, artinya bahwa laporan berisi hal-hal pokok secara ringkas;
  2. lengkap, artinya laporan didukung sumber kepustakaan yang memadai;
  3. logis, artinya berisi informasi yang disertai penjelasan-penjelasan yang masuk akal dan dapat ditelusuri kembali secara metodologis;
  4. sistematis, artinya disusun sesuai struktur dengan sistematika yang berurutan dan saling berhubungan;
  5. lugas, artinya disajikan dalam bahasa objektif yang langsung menunjukkan pemecahan persoalan atas kegiatan yang dilaksanakan.

Mengapa Perlu Menulis Laporan Usai Pelaksanaan Kegiatan?
Sebuah laporan kegiatan dapat mendatangkan banyak manfaat, baik bagi pelaksana kegiatan maupun bagi pihak-pihak yang diserahi laporan. Bagi pelaksana kegiatan, laporan kegiatan menjadi bukti telah terlaksananya suatu tugas dengan baik. Sementara itu, bagi pihak yang diserahi, laporan memberikan gambaran mengenai pemecahan masalah terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Fungsi teks laporan kegiatan dibagi menjadi fungsi informatif, fungsi pertanggungjawaban, fungsi pengawasan, dan fungsi pengambilan keputusan.

  1. Fungsi Informatif:
    Laporan dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi pembaca atau siapa pun yang berkepentingan dengan laporan.
  2. Fungsi Pertanggungjawaban:
    Laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggara atas terlaksananya suatu kegiatan.
  3. Fungsi Pengawasan:
    Laporan dapat menjadi pengawasan terhadap pelaksana kegiatan tanpa harus melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
  4. Fungsi Pengambilan Keputusan:
    Laporan dapat dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan mengenai sesuatu agar tidak salah sasaran.

Siapa Pihak-Pihak yang Diserahi Teks Laporan Kegiatan?
Laporan kegiatan untuk magang, seminar, pentas seni, dan sebagainya tentu harus dibuat sesuai dengan pihak-pihak yang akan menerima laporan tersebut. Dalam hal ini, pihak-pihak yang dimaksud adalah pembimbing/konsultan, penyelenggara/pelaksana, sponsor, pejabat (kampus atau pemerintah), tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan yang lain. Maka dari itu, penyusunan laporan kegiatan harus mempertimbangkan pihak-pihak dan pemangku kepentingan yang terkait agar suatu laporan bisa diterima dengan baik.

(Disarikan dari buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, karya Paristiyanti Nurwardani dkk, halaman 116-177)

4 Likes