Sebuah Takdir Tuhan

Halo siapa pun yang membaca ini, sebelumnya perkenalkan aku Mitta Choirur Rohmah dari kelas B IAN UNS. Aku mau cerita nih bagaimana aku bisa diterima di IAN UNS. Yuk simak.

Bangun seperti biasa di pagi buta yang dingin. Hari-hari berlalu mendekati waktu Ujian Nasional, tapi aku belum menentukan pilihanku untuk jenjang SMA. Bisa dikatakan aku imbang di IPA dan IPS, setelah pengumuman nilai akhirnya aku mengikuti saran ibuku untuk mengambil jurusan MIPA. Hingga aku diterima di SMA N 1 Temanggung tentunya aku sangat senang. Saat awal kelas 10 aku mengalami shock culture dari SMP ke SMA. Dan yaaa di tahun pertama nilaiku buruk. Hingga teman dekatku sendiri mengatakan bahwa aku bodoh. Namun ditahun kedua aku berhasil melewatinya dan mendapatkan nilai yang bagus. Dan Covid-19 datang, sekolah diliburkan dalam jangka waktu yang tak menentu. Aku sudah mulai mencari-cari materi untuk persiapan SBMPTN dan aku sama sekali tidak berharap pada SNMPTN.

Saat ke sekolah untuk mengambil buku cetak temanku bertanya, “Mit yakin mau lintas jurusan,’’. Entah apa yang dipikirkan temanku hingga dia berkata seperti itu. Berjalannya waktu aku belajar sub test TPS untuk mempersiapkan SBMPTN disela-sela tugas yang diberikan oleh guruku. Sampai pada akhirnya pada bulan Desember aku memutuskan untuk mengambil ujian SOSHUM. Aku sudah memikirkan pilihan pertama aku memilih MKP UGM kemudian pada pilihan kedua aku memilih IAN UNS. Tak terasa waktu berlalu, hari semakin mendekati waktu pendaftaran SBMPTN.

Tiba-tiba aku menjadi bimbang dengan jurusan yang aku pilih sebelumnya. Sesaat sebelum memilih jurusan aku menggantinya dengan pilihan pertama Hukum UGM dan pilihan kedua IAN UNY. Aku tidak memilih IAN UNS karena banyak rumor yang mengatakan UNS tidak mau dinomorduakan. Sehingga aku memilih UNY untuk pilihan kedua. Kemudian aku melaksanakan UTBK pada hari pertama puasa. Dua bulan beralalu hingga tiba waktunya pengumuman. Sebelumnya aku sudah menguatkan diriku apapun hasilnya jangan terlalu dipikirkan. Dan hasilnya memang belum seperti yang akau harapkan, tapi aku tidak terlalu tertekan dan langsung mepersiapkan untuk Ujian Mandiri.

Aku mengikuti Ujian Mandiri di dua Universitas saja. Pada Utul UGM pilihan pertamaku pada Jurusan Hukum kemudian yang kedua aku memilih Jurusan MKP. Lalu UM UNS pilihan pertamaku pada IAN dan pilihan keduaku Ilmu Hukum. Jujur aku sangat mempersiapkan Utul UGM. Namun aku tidak mepersiapkan untuk UM UNS. Untuk Utul UGM terbilang lancar karena tidak ada hambatan yang begitu besar untukku. Tetapi, aku cukup kesal untuk UM UNS karena saat mengerjakan UM tersebut aku kekurangan waktu. Bukan karena aku kebingungan mengerjakan soalnya tapi laptopku sangat lambat.

Awalnya aku merasa agak kecewa, tapi setelah aku membuka grup helpsek ternyata teman-teman yang lain ada yang tidak menjawab hingga 80 soal. Kekhawatiranku pun sedikit berkurang. Hari itu kakak sepupuku meminta ibuku membeli masker untuk keperluan acara keluarga. Dan aku menyarankan untuk mebelikannya lewat Shopee. Sebelumnya aku mencari dahulu referensi diinternet merek apa yang bagus. Saat itu tidak sengaja aku menekan tombol beranda. Dan terdapat berita bahwa pengumuman UM UNS sudah dibuka. Aku terkejut karena aku tidak ingat pengumuannya. Langsung ku buka web pengumuman. Betapa terkejutnya aku, ternyata aku diterima di IAN UNS. Aku langsung ke kamar ibuku dan memberitahunya. Lalu aku memberi tahu temanku dan ternyata mereka sudah menunggu kabar dari aku sejak pagi. Aku pikir ini adalah takdir dari Tuhan untuku. Dan itulah ceritaku bisa diterima di IAN UNS.