Nasi penggel yang berasal dari kebumen ini memiliki sejarah yang cukup unik. Awal mulanya adalah pada tahun 1948 yaitu ketika pada masa memperebutkan kemerdekaan Indonesia dari Belanda, tepatnya di desa Kali Kemit, Kabupaten Kebumen. Saat itu para warga memikirkan bagaimana cara agar mudah menyuplai makanan kepada para pejuang persatuan pelajar dan para santri dalam Angkatan Oemat Islam (AOI). sehingga munculah satu ide, yaitu dengan membentuk nasi menjadi bulat bulat yang seukuran bola pingpong atau dalam bahasa Jawa disebut dikepeli. Cara ini dilakukan guna memudahkan pendistribusian makanan kepada para pejuang.
Nasi penggel memiliki keunikan tersendiri yaitu bentuk nasinya yang bulat seukuran dengann bola pingpong mirip dengan nasi kepal dan itu yang membedakan dengan makanan makanan lain. Nasi penggel juga memiliki keunikan pada penyajiannya karena menggunakan pincuk yaitu daun pisang yang dibentuk mengerucut pada ujungnya menggunakan lidi. Keunikan lainnya yaitu sendok dari nasi penggel juga dibuat dari daun pisang. Namun, seiring berkembangnnya zaman, pincuk dan sendok daun pisang tergantikan dengan kertas minyak dan sendok plastik. Tapi, masih ada beberapa penjual yang tetap menggunakan penyajian pincuk dan sendok daun pisang ini.
Langkah-langkah pembuatan nasi penggel ini cukup mudah. Pertama, panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan, kemudian tumis bawang putih, jahe, lengkuas, daun salam, serai dan daun jeruk hingga harum. Setelah itu, tambahkan santan ke dalam tumisan bumbu tersebut lalu aduk hingga merata dan diamkan hingga santan mendidih. Jika santan sudah mendidih, kamu dapat menambahkan garam, gula merah, dan merica bubuk ke dalamnya. Setelah itu, kamu harus mengaduk bahan-bahan tersebut hingga semua bumbu tercampur rata. Kemudian, masukkan nasi putih dan aduk hingga semua bahan tersebut menyatu. Selanjutnya, biarkan nasi tersebut meresap hingga matang sempurna sambil sesekali kamu aduk agar tidak gosong. Setelah nasi matang dan bumbu meresap, angkat dan diamkan selama beberapa menit. Untuk membentuk bulatan nasi, kamu perlu melumuri tangan dengan sedikit minyak sayur sebelum mengambil sebagian nasi dan mengepalkannya hingga berbentuk bulat seukuran bola pingpong. Ulangi proses tersebut sampai semua nasi terbentuk menjadi bulatan. Dengan demikian, jadilah nasi penggel yang siap disajikan bersama lauk pendamping.
Harga seporsi nasi penggel dapat dikatakan masih cukup terjangkau bagi berbagai kalangan Masyarakat. Secara umum, satu porsi nasi penggel dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000, tergantung tempat dan kelengkapan lauk yang dipilih pembeli. Beberapa faktor turut memengaruhi nilai jual hidangan ini, misalnya lokasi penjualan. Nasi penggel yang dijual di pusat keramaian atau kawasan wisata biasanya memiliki harga sedikit lebih tinggi dibandingkan yang dijual di daerah pedesaan. Selain itu, variasi lauk pendamping seperti tempe bacem, tahu, ayam kampung, rempelo ati, atau sambal khas akan berpengaruh terhadap total harga per porsi. Semakin banyak pilihan lauk yang ditambahkan, semakin tinggi pula harga yang harus dibayar oleh pembeli. Meskipun demikian, nasi penggel tetap menjadi pilihan makanan yang ramah di dompet karena porsinya cukup mengenyangkan dan cita rasanya khas serta menggugah selera.
Pusat penjualan nasi penggel di Kebumen umumnya berada di wilayah Dusun Lengkongan, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra kuliner khas daerah tersebut. Selain itu, pembeli juga dapat menemukan banyak penjual nasi penggel di sekitar Jembatan Luk Ulo di Jalan Sokka, yang menjadi jalur strategis bagi masyarakat setempat maupun pelintas. Dari sekian banyak penjual, salah satu yang paling terkenal adalah Nasi Penggel Pak Melan. Beliau merupakan generasi ketiga dari keluarga yang telah lama mewarisi dan menjaga resep asli nasi penggel. Keistimewaan nasi penggel Pak Melan terletak pada cita rasanya yang lebih gurih dibandingkan kebanyakan penjual lainnya karena menggunakan minyak kelapa dalam proses memasaknya. Penggunaan minyak kelapa inilah yang membuat aroma dan rasa nasi penggel semakin kuat, autentik, dan banyak digemari pelanggan dari berbagai daerah.
