Sumatra berduka, air bah mengamuk ganas, Longsor menyusul, lumpur menelan desa-desa.
Rumah-rumah hanyut, jembatan putus total,Nyawa hilang sia-sia, anak anak menangis pilu.
Hutan hijau leluhur dibabat tanpa ampun, Demi sawit mengkilap, dan tambang emas palsu.
Akar tak lagi menahan tanah curam hujan,Kayu gelondongan jadi senjata mematikan.
Salah siapa wahai langit dan bumi?
Alam yang murka,atau manusia serakah?
Izin diberi sembarangan, korupsi merajalela,
Korporasi untung besar, pejabat aman di kursi.
Rakyat kecil menanggung derita abadi,
Duka bertumpuk.
harapan tenggelam dalam air. Ini bukan takdir buta, tapi ulah kita sendiri.
Bangunlah solidaritas, cabut izin rakus itu, Tanam kembali pohon, pulihkan hijau Sumatra.
Agar bencana tak datang lagi menyapa, Lindungi tanah pusaka, untuk anak cucu selamat.
