Mekanisme Panas Bumi (Doc. zonaebt.com)
Bumi sebagai tempat hidup berbagai makhluk dalam jutaan tahun telah menyimpan banyak energi dalam bentuk yang berbeda-beda, salah satunya yaitu dalam bentuk energi panas. Energi panas bumi atau yang disebut sebagai energi geothermal merupakan energi yang ramah lingkungan karena berasal dari dalam bumi itu sendiri. Contoh kecil dari energi panas bumi yaitu ketika air hujan yang terserap ke dalam tanah akan terpanaskan oleh magma dan menjadi air panas atau uap panas, sehingga dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Untuk mendapatkan energi panas bumi, harus dilakukan pengeboran agar dapat mengalirkan fluida thermal ke sumur penampungan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan panas.
Potensi, Keunggulan, dan Pemanfaatan Energi Panas Bumi di Indonesia
Energi geothermal menjadi energi yang terbarukan dan ramah lingkungan karena tingkat karbon dioksida yang dihasilkan relatif kecil. Adanya energi geothermal juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi batu bara dan fosil. Berdasarkan data dari International Geothermal Association, Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Filipina sebagai negara yang sudah memanfaatkan energi geothermal untuk memenuhi suplai listrik dalam negeri. Besarnya pemanfaatan energi geothermal dikarenakan Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang menghadapi peningkatan permintaan listrik sebesar 10% setiap tahun. Selain karena meningkatnya jumlah penduduk, lingkungan tinggal yang jauh menjadi penyebab penduduk masih belum mendapat akses listrik secara layak. Dengan adanya pembangkit listrik energi geothermal, pasokan listrik untuk masyarakat terutama di daerah pelosok dapat teratasi.
Pemerintah saat ini terus mendorong upaya pembangunan pembangkit listrik energi geothermal karena energi ini dinilai begitu potensial. Posisi negara yang berada pada lempeng tektonik menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penghasil sumber daya energi geothermal terbesar di dunia. Menurut data dari Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, pemanfaatan energi geothermal untuk pembangkit listrik di Indonesia tercatat telah mencapai 1.948,5 MW yang berasal dari 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang tersebar di beberapa wilayah. Besarnya energi listrik yang dihasilkan telah membantu dalam pemenuhan listrik lokal, meskipun saat ini proyek pembangunan energi geothermal masih sedikit dan belum menjangkau ke seluruh pelosok negeri. Geothermal menjadi bukti bahwa energi ini begitu bermanfaat untuk ke depannya dan dapat menjadi terobosan baru untuk berbagai bidang.
Pro dan Kontra Pembangunan Geothermal di Masyarakat
Pembangunan proyek geothermal di beberapa daerah tidak luput dari adanya pro kontra di masyarakat. Banyak warga yang menolak pembangunan proyek geothermal karena dinilai hanya merugikan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan tanpa memberikan keuntungan bagi warga. Dari sudut pandang ekonomi, pembangunan proyek geothermal membutuhkan biaya yang tidak murah karena teknologi pengembangannya masih terbatas dan belum banyak negara yang memanfaatkan energi panas bumi. Selain memerlukan anggaran yang besar, pembangunan proyek geothermal di beberapa daerah telah direalisasikan di atas tanah warga yang sebagian besar merupakan daerah pertanian, sehingga menyebabkan konflik antara warga dan pemerintah setempat.
Penolakan Proyek Geothermal oleh Warga (Doc. Ekspedisi Indonesia Baru)
Dampak sosial dan ekonomi telah dirasakan warga sekitar yang tinggal di dekat pembangunan proyek. Mereka juga menerangkan bahwa pengeboran untuk menglirkan panas bumi ke sumur penampungan menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup besar, meskipun energi panas bumi yang dihasilkan memiliki banyak manfaat sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan. Kerja sama antara pemerintah dan warga setempat perlu dilakukan agar pembangunan proyek terlaksana dengan bijak tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Dampak Pengembangan Geothermal terhadap Sektor Pertanian
Pertanian di Dekat Proyek Geothermal (Doc. lestari.kompas.com)
Aktivitas proyek geothermal yang didirikan di wilayah pedesaan khususnya di daerah pertanian memberikan dampak yang cukup signifikan. Proses pengeboran untuk mendapatkan fluida thermal ternyata berpotensi mengalami kebocoran, sehingga mencemari tanah dan air. Akibatnya, kualitas tanah semakin memburuk, sumber air untuk irigasi pertanian terganggu, dan berdampak pada penurunan hasil pertanian. Sektor pertanian telah menjadi mata pencaharian terbesar di wilayah pedesaan, dan apabila kebocoran telah terindikasi, maka petani sekitar dapat mengalami kerugian yang besar. Kerugian ini nantinya akan berdampak ke penurunan ekonomi di desa, bahkan warga berpotensi kehilangan mata pencahariannya. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap pembangunan akan menimbulkan konsekuensi tersendiri dan harus dipertimbangkan secara matang sebelum merealisasikannya.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Geothermal telah menjadi sumber energi baru yang berpotensi begitu besar dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Sebagai pemangku kebijakan, pemerintah perlu mengambil tindakan yang tepat guna mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari pembangunan proyek. Pemerintah dapat melakukan pengawasan ketat terhadap pembangunan, agar konflik maupun kerusakan lingkungan dapat diminimalkan. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek juga diperlukan agar tidak ada konflik yang muncul akibat dari penggunaan lahan warga. Harapannya, dengan terlaksananya langkah-langkah tersebut, pemanfaatan energi geothermal dapat lebih optimal dan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat tanpa harus mengorbankan aspek lain.
Sumber:
Indonesia Investments. (2015). Energi Panas Bumi. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/energi-panas-bumi/item268. 30 Mei 2026 (14.45 WIB).
Kementerian ESDM. (2017). Energi Panas Bumi Ramah Terhadap Lingkungan Sekitar. https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-ebtke/energi-panas-bumi-ramah-terhadap-lingkungan-sekitar. 30 Mei 2026 (10.40 WIB).
Kementerian ESDM. (2018). Ini Dia Sebaran Pembangkit Listrik Panas Bumi di Indonesia. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/ini-dia-sebaran-pembangkit-listrik-panas-bumi-di-indonesia. 30 Mei 2026 (12.05 WIB).

