Pijak Langkah Meraih Cita

Assalamualaikum,

Selamat Malam pembaca yang budiman, sebelumnya sebut saja saya Gigi salah satu mahasiswa yang kini sedang menempuh perkuliahan Semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi di Surakarta.

Iyaa memang benar, untuk bisa menjadi mahasiswa/i di perguruan tinggi tentu tidaklah mudah, melihat daya saing yang ketat serta peluang diterima yang tidak tinggi tentu membuat saya takut dan bimbang jugaa.

Pada mulanya saya mengikuti seleksi PMDK dimana menggunakan nilai rapor. Kala itu pendaftaran dimulai ketika sedang Ujian Tengah Semester di Sekolah Menengah Atas. Saya dan teman-teman berbondong-bondong menuju ruang BK untuk mendapat penjelasan dan teknis pendaftaran sebab jalur pmdk ini yang mendaftarkan adalah sekolah. Setelah beberapa hari mantab dengan prodi yang dipilih lalu saya kembali ke BK dan menyelesaikan pendaftaran. Iyaa memang bimbang juga sebab prodi yang saya pilih adalah rumpun soshum dengan daya saing tertinggi padahal basic rapor saya saintek.

Dengan modal nekat dan doa serta dukungan orangtua saya berharap bisa lolos dalam prodi tersebut.
Namun ketika pengumuman tiba saya tegang dan takut jika belum lolos. Ketika saya membuka web saya berharap memdapat tulisan berwarna hijau tapi nyatanya adalah “maaf” dengan warna merah. Sedih iyaa nangis iyaa pesimis apalagi hehe. Kala itu saya merasa gagal dan takut untuk mengikuti seleksi lainnya iyaa takut gagal lagi tentunya. Setelah beberapa jam saya nangis dan frustasi saya pun bangkit dan kembali optimis. Mungkin memang ini belum rezeki saya dan tentu atas dukungan orangtua saya pun berusaha tegar. Saya yakin bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Lalu ketika di sekolah saya bertanya pada teman yang mengikuti seleksi ini dan ternyata memang banyak yang belum lolos saya pun kembali optimis dan yakin bahwa masuk ptn tidaklah mudah jadi harus semangat dengan diiringi doa dan usaha tentunya.

guru tersetifikasi

Selain itu saya juga mendaftar SBMPTN dengan pilihan prodi yang ketat juga tetapi ketika hendak mengambil SBMPTN saya belum yakin, sebab saya lebih memilih jenjang vokasi karna vokasi lebih mempersiapkan kita ke dunia kerja dimana 60% praktik dan 40% teori.

Ketika mendapat info dari grup whatsapp bahwa ada seleksi SUMD saya pun kembali ingin mencoba. Masalah lolos tidaknya tentu belakangan,yang terpenting saya telah berani mencoba. Bagi saya lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Kemudian saya mendapat arahan dari orangtua mengenai prodi yang dipilih. Awalnya saya belum tertarik, serta ragu sebab prodi tersebut rumpun soshum sedangkan saya dari saintek. Tapi setelah itu saya mencari detail infonya dan menjadi semakin tertarik apalagi ini adalah prodi langka dan baru ada di kampus saya. Sesungguhnya mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali hehe.

Ketika hendak mendaftar saya mendapat banyak kendala seperti jaringan hp yang tidak stabil serta laptop bermasalah sehingga mengharuskan saya ke warnet untuk menyelesaikannya. Kala itu saya ditemani kakak untuk mencari warnet terdekat, namun banyak yang terkendala jaringan sehingga mengharuskan pindah ke tempat yang lainnya.

Setelah selesai mendaftar alhamdulillah kami sungguh bersyukur. Memang ujian tiap orang itu berbeda-beda dan saya berharap bahwa banyaknya kendala merupakan pertanda awal keberhasilan saya. Tak lupa selalu memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa kiranya mengabulkan mimpi saya.

Ketika pengumuman saya sungguh tegang dan takut tentunya. Dzikir selalu terucap dan terus memohon semoga hari itu adalah hari baik saya. Dimana bertepatan dengan malam Idul Adha yaitu 30 Juli 2020. Ketika waktu telah tiba banyak teman-teman saya di grup whatsapp yang bersyukur karna lolos, tak sedikit pula yang gagal lagi. Saya semakin takut dan tegang tentunya. Kemudian orangtua bertanya mengenai hasil pengumuman padahal saya belum berani membuka. Rasa takut gagal lagi sungguh berkeliaran dan berkecamuk.

Dengan membaca basmalah serta dzikir akhirnya saya beranikan diri untuk membuka. Dan yaa Tulisan Berwarna Hijau “Selamat” telah terpampang nyata. Sungguh saya sangat bersyukur dan bahagia dan orangtua pun demikian. Setelah itu pun saya langsung ikut takbiran Malam Idul Adha dengan penuh rasa haru tentunya xixi.

Alhamdulillah saya telah memiliki satu cadangan ptn dan saya tetap ingin mencoba SBMPTN serta Perguruan Tinggi Kedinasan. Iyaa awalnya saya sungguh takut ketika pengumuman hasil SBMPTN dan PTK apabila tidak seperti yang diharapkan. Beberapa hari menjelang pengumuman harapan saya bukan lah lolos sbm, tetapi semoga mendapat rezeki yang terbaik untuk saya. Saya takut jika malah lulus sbm apakah akan melepas yang sudah di genggaman. Ternyata belum berhasil xixi saya bersyukur mungkin ini memang rezeki saya dan pilihan Allah yang terbaik untuk saya. Ketika ujian kedinasan saya berharap diberi kelancaran serta kemudahan dari-Nya, Iya memang lolos skd namun gagal dalam perangkingan. Tak apa, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk saya. Ketika kita berdoa meminta hal pada-Nya ada 3 kemungkinan:
a. Langsung terkabul
b. Ditunda dahulu
c. Diganti dengan pilihan Allah untuk kita

Maka dari itu ketika suatu hal tak sesuai harapan, Yakinlah bahwa rencana Allah akan jauh lebih indah dari manusia. Jangan lupa untuk bersyukur dan optimis selaluu hehe…

Harapan saya di semester 2 ini, saya dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, bisa aktif serta diberi kemudahan dalam menyerap ilmu yang telah diberikan serta kita semua selalu diberi kesehatan dan perlindungan apalagi Pandemi yang kian merebak dan merajalela di semua lapisan masyarakat.

Makan donat bareng Alfian
Tetaplah semangat meraih impian✨

Terimakasih…

2 Likes