Perjuangan dan kegiatan masa pandemi

Haii teman-teman semua, disini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya selama berjuang untuk mendapatkan perguruan tinggi hingga kegiatan yang saya lakukan selama pandemi ini. Alhamdulillah saya telah mendapatkan perguruan tinggi yang saya inginkan dan saya tempati untuk menuntut ilmu sekarang ini. Sebelumnya, perkenalkan saya adalah salah satu mahasiswa program studi D3 Akuntansi PSDKU UNS Madiun. Disini sudah pada tau belum, kalau UNS memiliki kampus PSDKU yang merupakan kepanjangan dari Program Studi diluar Kampus Utama. kampus ini sudah ada sejak tahun 2013, yang berada di Kabupaten Madiun di daerah Caruban.

Sebelum program studi D3 diadakan, terdapat D2 yang terdiri dari jurusan Teknologi Informatika dan Teknologi Hasil Pertanian. Kemudian tahun 2020 kampus ini membuka program studi baru yaitu D3 Akuntasi, D3 Teknik Informatika, dan D3 Teknologi Hasil Pertanian dan untuk program studi D2 telah dihapuskan. Untuk saat ini kampus Madiun sedang dalam perbaikan fasilitas untuk mendukung proses belajar mengajar kelak pada saat sudah tatap muka dimulai. Tulisan diatas merupakan sebagian informasi mengenai kampus aku dan sekarang aku akan menceritakan sedikit mengenai perjuangan saya dalam memasuki perguruan tingi dan kegiatan dimasa pandemi.

Pada awal-awal sebelum pandemi masuk ke indonesia, saya dinyatakan oleh sekolah masuk kedalam ranking pararel sekolah yang artinya saya mendapat kesempatan untuk mendaftar SNMPTN. Saya sangat senang sekali pada saat itu, kedua orang tua saya juga bangga kepadaku karena pencapaian tersebut. Setelah pengumuman ranking pararel itu berlalu, saya disibukkan oleh jadwal ujian praktek seni budaya untuk membuat pameran di sekolah. Saya masih ingat bagaimana saya dan teman-teman bergotong royong untuk membuat pameran, dari pagi hingga sore hari.

Tepat tanggal 23 maret berita pandemi corona ini masuk ke indonesia dan diliburkan. Serta bertepatan juga dengan hari dimana untuk semua murid kelas 12 menampilkan pameran tersebut. Pada saat itu saya dan semua siswa siswi kelas 12 berbondong-bondong pergi ke sekolah agar tau bagaimana keputusan kepala sekolah tentang ini. Sesampainya sekolah ternyata tidak ada guru maupun kepala sekolah yang datang, dan yang datang ke sekolah waktu itu hanya siswa-siswi kelas 12 dan penjaga sekolah. Setelah menunggu selama berjam-jam kami diberitahu oleh kepala sekolah bahwa sekolah diliburkan sesuai dengan peraturan pemerintah pusat. Kami semua kecewa karena pameran yang kami buat dari pagi hingga sore dan membutuhkan waktu berhari-hari berakhir tidak jadi. Kami bersihkan semua peralatan dan hiasan yang ada pada kelas, siang hari nya kami pulang kerumah masing-masing.

Ujian praktik kelas 12 pun masih tetap berjalan tetapi ketentuannya harus di video dan dikirim kan ke-email guru pengajar ujian praktik. Melewati semua itu, tiba-tiba ada berita bahwa untuk angkatan 2020/2021 tidak ada ujian nasional atau bisa disebut lulusan pandemi covid-19. Pemerintah juga membuat peraturan tentang PSBB untuk seluruh indonesia agar tetap dirumah saja untuk mengurangi penyebaran covid-19.

Semua itu berlalu dengan cepat tak terasa UTBK dan pendaftaran perguruan tinggi sudah dimulai, semua orang berlomba-lomba mengikuti pendaftaran dan ujian untuk masuk perguruan tinggi. Saya juga mengikuti pendaftaran perguruan tinggi tersebut, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret yang berada di daerah Kab. Madiun. Karena kedua orang tua ku tidak memperbolehkan untuk kuliah di luar kota apalagi ditambah adanya pandemi yang sedang parah-parahnya saat itu. Oiya, saya tidak mengambil kesempatan saya untuk mengikuti SNMPTN karena pada saat itu saya memilih untuk tidak ingin kuliah saja karena pandemi saat ini pasti tidak efektif dan efisien untuk melakukan pembelajaran. Akhirnya saya diberi arahan dan masukan oleh kedua orang tua saya agar tetap mengikuti pendaftaran perguruan tinggi.

Tanggal 15 Agustus 2020, saya dinyatakan diterima di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret PSDKU Madiun di prodi Akuntansi. Setelah dinyatakan diterima tersebut, saya harus mengumpukan biodata yang telah disediakan pada web sekolah. Saya merasa pusing sekali karena data yang sangat banyak untuk diisi dan tentu nya rumit karena ini merupakan pengalaman pertama kali untuk saya mencari data hingga meminta tanda tangan ketua rt/rw, hehe.

Waktu berlalu sangat cepat, tidak terasa saya sudah mau memulai pelajaran di semester 1. Awal-awal saya merasa tidak mempunyai teman apalagi saya merasa tidak ada teman yang sefrekuensi dengan saya. Seiring berjalannya waktu, saya di whatsapp dengan teman-teman saya dan kaget nya saya langsung akrab dengan mereka semua. Saya juga pernah keluar bersama teman-teman kuliah walaupun sekedar menongkrong di sebuah rumah makan tapi dari situlah saya bisa menilai karakter teman-teman saya.

Saya ingin sekali pandemi ini cepat selesai, karena saya merasa menjadi pemalas karena pandemi ini. Ketika kuliah daring saya juga bosan karena tidak ada yang bisa diajak bicara secara langsung dan hanya lewat whatsapp. Kegiatan saya selama pandemi ini selain kuliah daring yaitu olahraga dirumah, pergi keluar rumah bersama teman tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan tetap memakai masker dan membawa hand sanitizer. Kemudian saya juga belajar menjadi seseorang yang produktif tapi nyata nya itu tidak bertahan lama, karena saya sehabis kuliah daring biasanya mengerjakan tugas tetapi selain itu kalo saya malas dan deadline masih lama, saya akan menonton film lalu tidur, hehe memang saya pemalas sekali. Dan sekarang saya sudah berada di semester 2, tak terasa karena pandemi ini terus melanda.

Dari curhatan saya diatas, yang bisa diambil makna nya yaitu, ketika kedua orang tua tidak meridhoi atau melarang maka turuti lah. Karena apabila kita berlapang dada dan menerima apa yang disarankan dan diridhoi oleh kedua orang tua maka semua hal yang akan dilakukan akan segera terkabul dan diberi kelancaran oleh Tuhan YME. Saya merasakan hal tersebut ketika saya tidak diperbolehkan kuliah diluar kota, saya waktu itu juga kecewa tapi saya berpikir kalo sesuatu yang tidak diridhoi itu tidak baik. Sekian yaa teman-teman curhatan akademik saya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang atau belum bisa dipahami, karena saya juga baru menulis pengalaman seperti ini, hihi. Terimakasiiiihhhhhhhh.