Perjalananku memilih jurusan

Suatu hari dimana aku dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Atas, dan disaat itu juga aku merasa khawatir akan kehidupan kedepannya kelak. Dimana aku masih binggung untuk lanjut kuliah dimana. Akan tetapi aku sudah memiliki tekad yang bulat untuk harus kuliah untuk mewujudkan harapan orang tuaku karena aku anak terakhir dan harapan terakhir. Dan akhirnya aku memiliki pandangan dimana dan jurusan apa yang akan aku ambil. Dan orang tua pun memasrahkan semua keputusan kepadaku jadi mau atau tidak mau aku harus memikirkan dengan matang. Akhirnya aku kepikiran untuk mengambil jurusan Keperawatan dimana itu adalah profesi yang sama dengan kakak saya. Namunnsaya tidak memiliki passion dalam jurusan itu sebab aku dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dan aku sendiri takut dengan bidang bersangkutan dengan nyawa manusia.
Dan aku termasuk orang yang tidak tegaan apalagi melihat orang yang sekarat.
Kemudian saya dinasehati oleh kakak saya bahwa jurusan apapun yang kamu ambil itu sudah menjadi tanggung jawabku. Maka untuk itu jika aku mengambil jurusan keperawatan apapun resiko kedepannya itu sudah menjadi pilihanku, dan profesi sebagai tenaga kesehatan bukanlah hal yang sulit melainkan hal yang menyenangkan sebab kita dapat menolong banyak orang serta kita juga bermanfaat untuk orang sekitar baik dalam lingkup keluarga maupun lingkup masyarakat.Lalu, aku mulai tersadar akan hal itu dan akhirnya aku memilih untuk kuliah di perguruan tinggi swasta yaitu UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA dan saya mengambil prodi D3 Keperawatan dimana pendidikan itu ditempuh kurang lebih 3 tahun.Kemudian setelah mengetahui jika peluang untuk kerja tenaga kesehatan banyak jadi aku tidak merasa salah pilih jurusan walaupun semester satu aku sudah sedikit kena mental dengan mata kuliah yang sangat menyenangkan ini. Namun aku yakin jika kedepannya akan terasa mudah dan mulai menemukan jati diri dan passion dimana aku bisa menjadi calon perawat yang luar biasa dan dapat mewujudkan apa yang telah ditanggung jawabkan orang tua kepada saya. Sebab semua orang bisa karena terbiasa.