Perjalanan Menuju Pilihan

Halo sobat mijil semua perkenalkan aku dari mahasiswa prodi pendidikan matematika angkatan 2021. Pada kesempatan kali ini, Aku ingin berbagi pengalaman nih dengan kalian terkait kisah perjalananku diterima disini. Sebelum itu aku ingin bercerita sekilas nih mengenai alasanku memilih prodi ini. Waktu itu aku sebenarnya berkeinginan berkuliah ditempat yang jauh dari rumah agar aku bisa hidup mandiri. Namun orang tuaku tidak merestuinya, mereka memberiku saran untuk berkuliah tidak jauh dari rumah agar orang tuaku dapat mengontrol kegiatanku. Rasa bingung pun menghantuiku antara keinginan untuk berkuliah sesuai keinginan atau mengikuti saran dari orang tua. Akhirnya aku mengikuti saran orang tua dan telah menentukan prodi yang akan aku pilih.

Setahun yang lalu, ketika aku masih kelas 12 SMA. Waktu dimana siap atau tidak siap harus segera menentukan karirku di masa depan. Saat itu aku masih mencari tahu apa sih profesi yang cocok ketika aku besar nanti. Hingga sampai penghujung tahun pun aku masih berfikir untuk dapat menentukan prodi yang cocok denganku. Berbagai informasi seputar universitas, fakultas dan khususnya prodi aku dalami satu per satu. Tak lupa juga waktu itu orang tuaku memberi saran untuk berkuliah tidak jauh dari rumah. Semakin aku berfikir dalam menentukan prodi yang cocok dengan karirku di masa depan, aku semakin tambah bingung karena harus memilih antara prodi di universitas yang jauh dari rumah atau prodi di universitas yang tidak jauh dari rumah.

Hingga pada awal tahun, aku telah mendapatkan pilihan prodi yang cocok denganku. Saat itu juga aku baru memulai persiapan belajar agar lolos seleksi perguruan tinggi. Sebelum itu aku tidak mempersiapkan apapun sedangkan yang lain sudah persiapan jauh hari. Jujur saja dengan persiapan yang begitu dekat dengan ujian aku seperti orang putus asa. Tapi aku ingat bahwasannya tak ada usaha yang akan menghianati hasil meskipun harus mencoba berulang kali. Dengan persiapan yang terbatas, aku belajar untuk memantaskan diriku agar diterima di prodi pilihanku. Bulan-bulan yang berlalu semakin membuatku bimbang akan kesiapanku menghadapi ujian itu.

Hingga seleksi yang pertama pun tiba yaitu seleksi jalur SNMPTN 2021 tiba. Sudah tentu aku yakin bahwasannya tidak akan lolos mengingat prestasi akademikku di waktu SMA tidak begitu baik dari awal masuk sampai kelas 12. Waktu SMA aku adalah orang yang tidak terlalu berambisi untuk mengejar nilai raport sehingga nilai akademikku berada pada rata-rata kelas. Dapat disimpulkan bahwa aku tidak lolos jalur SNMPTN di tingkat sekolah karwna yang diambil hanya sekitar 40% dari jumlah total siswa MIPA di sekolahku. Ketika itu aku tidak terlalu menyesali hal itu.

Tanpa menghiraukan yang telah berlalu, aku masih berpeluang besar dijalur lain. Untuk itu aku bersama teman seperjuanganku giat belajar untuk menghadapi seleksi jalur SBMPTN 2021. Singkat cerita aku diterima di prodi yang aku pilih dan bersyukur dapat merasakan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi karena tidak semua dapat merasakannya.