Perjalanan Masuk Kampus dan Bertahan Sampai Saat Ini

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Disini aku mau berbagi cerita ku pertama kali di Mijil. Cerita ini dimulai dari kelas 12, awal pengumuman penerimaan kuota SNMPTN di sekolah ku, dimana hari itu merupakan hari pengumuman nama yang mendapatkan kuota SNMPTN di sekolahku dan Allhamdullilah aku merupakan salah satu orang yang menerima kuota SNMPTN tersebut. Dari situlah aku mulai mencari informasi tentang perkuliahan, jurusan, strategi untuk lolos dalam penerimaan SNMPTN. Aku pun selalu bertanya kepada kakak kelas dan kepada Guruku, setelah banyak menerima informasi dan mempertimbangkannya, pada H-6 final pendaftaran SNMPTN aku pun yakin untuk masuk Universitas Dipenegoro. Namun karna satu dan banyak hal aku tidak bisa mendaftarkan pilihan aku tersebut. Seketika aku merasa pupus harapanku untuk lolos SNMPTN, akhirnya guruku menyarankan aku untuk masuk ke Universitas Sebelas Maret dengan jurusan Statistika. Aku pun meminta petunjuk kepada Allah SWT “kalau ini jalan ku permudahkanlah aku untuk menggapai mimpiku, jika ini bukan jalan ku tunjukanlah aku dan permudahkan lah jalan ku kejenjang berikutnya yaitu ujian SBMPTN“. Aku yakin memasukan pilihan SNMPTN ku dengan pilihan pertama Universitas Sebelas Maret jurusan Statistika dan pilihan kedua Universitas Sriwijaya dengan jurusan Matematika. Pengumuman SNMPTN pun tiba, dimana saat itu aku merasa pesimis untuk lolos SNMPTN, akhirnya kakak ku pun membantu ku untuk membukakan pengumuman SNMPTN tersebut dan syukur Allhamdullilah aku diterima pada pilihan pertama ku yaitu Universitas Sebelas Maret jurusan Statistika, aku pun terharu dan merasa sangat bahagia, karena semua doaku dikabulkan oleh Allah SWT.
Bulan september pun tiba, dimana aku sudah memulai kegiatan ospek dan perkuliahan ku semester 1 yang dimana semua kegiatan tersebut dilaksanakan online atau daring, menyebabkan aku belum bisa bertemu dan mengenal lebih jauh teman-teman kuliah ku satu sama lain. Semester satu merupakan adaptasi dari masa SMA ke Kuliah, dari segi belajar, pengajar, pelajaran yang lebih rumit dari pelajaran SMA. Ditambah lagi dengan adanya ospek Universitas, Jurusan, dan prodi, yang membuat banyak menguras tenaga dan pikiran, ada sebagian orang yang menjalani semester satu dengan santai dan ada juga yang merasa dirinya salah masuk jurusan ini, aku pun saat itu berada di titik tersebut dimana aku merasa seperti salah jurusan dan berpikir untuk pindah dengan mengikuti UTBK di tahun 2021, aku pun juga sempat berpikir juga untuk berhenti kuliah dan lanjut di tahun besok. Disaat aku merasa putus asa, ada sosok ibu yang selalu menyemangati dan mendukung ku. Ibu ku mendukung pilihan ku untuk mengikuti UTBK di tahun depan, namun ternyata Pemerintah mengumumkan bahwa mahasiswa yang telah lolos SNMPTN tahun ini, tidak bisa mengikuti UTBK di tahun depan. Aku pun merasa sangat sedih dan merasa semua harapan ku sudah musnah.
Disinilah aku sadar bahwa ini lah jalan terbaik yang dipilih oleh Allah SWT untuk ku. Ibuku pun selalu menyemangatiku dalam setiap keputusan ku dan dia juga yang membuat aku tidak mudah putus asa dan juga bertahan sampai di titik ini, aku pun menjalaninya dengan baik tanpa ada paksaan dari siapapun, disini aku juga bertemu dengan orang-orang hebat yang selalu mendukung pilihan ku, yaitu teman-teman kuliah ku. Walaupun belum pernah bertemu, mereka selalu menghibur ku dan menyemangati ku. Aku berharap aku dapat segera bertemu dengan teman-teman ku. Semoga kita dapat sukses bersama hingga akhir, menghadapi kesulitan bersama, wisuda bersama, dan mendapat kan pekerjaan yang kita semua inginkan.Amin