Pentingnya Materi Kutipan Tak Langsung

IMG-20210510-WA0011

Halo semuanyaa!! Apa kabar ? Pasti baik dong yaa…
Bagi kalian para pembaca setia Mijil, yang masih bingung dan belum paham sama materi Kutipan Tak Langsung, jadi kali ini aku mau membahas materi tersebut di sini….

Apa sih Kutipan Tak Langsung itu? Dan apa saja sih teknik dalam membuat kutipan tak langsung? Yuk! Langsung saja kita simak bersama-sama penjelasannya di bawah ini!!

Apa Itu Kutipan Tak Langsung?

Jadi kawan, kutipan tak langsung itu adalah kutipan yag mengangkat gagasannya saja yang kemudian diungkapkan dengan kata-kata dan gaya pengutip sendiri. Ada 2 contoh nih kawan, yaitu:

  1. Surachmad (1977:423) mengatakan bahwa metode penyajian grafik kini telah menjadi suatu alat komunikasi.
  2. Hukum yang didapati oleh seseorang dengan ijtihad dinamakan mazhab (Rasjid, 1954).

Jika sumber kutipan berbahasa asing, bagaimana? Nah, kalau begitu bagian yang dikutip diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia sebagai kutipan tak langsung. Jika terpaksa harus dikutip langsung, maka pernyataan dalam bahasa asing dikutip sesuai dengan aslinya dan digaris bawahi atau dicetak.

Contohnya seperti ini kawan:

  1. Pengaruh sastra di dalam kehidupan manusia seperti terlihat di dalam pernyataan William (1977:2), “The analogy between women and the earth as sources of life has always inspired the myths and poems of men…”

Dan pada kutipan langsung maupun tak langsung ini dipertanggungjawabkan dengan catatan pustaka. Apasih catatan pustaka itu? Jadi catatan pustaka merupakan catatan yang menjelaskan sumber informasi yang digunakan. Sumber informasi ini terdiri dari beberapa media, seperti buku, majalah, surat kabar, atau diktat kuliah yang diterbitkan secara langsung. Catatan pustaka ini dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan (tidak pada kaki halaman), tidak digunaka singkatan ibid. Informasi yang ditulis memuat nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat pernyataan dikutip.

Apa Saja Teknik Dalam Penyusunan Catatan Pustaka?

Jadi, kawan-kawanku, di bawah ini ada beberapa teknik dalam penyusunan membuat kutipan tak langsung, dimana terdiri dari 7 teknik, yuk! Cermati baik-baik.

  1. Jika nama pengarang ada dua kata, ditulis nama terakhirnya, lalu diikuti langsung dengan tahun terbit dan nomor halaman ditulis dalam kurung. Nomor halaman dipisah denga tanda titik dua dari tahun terbit.
    Contoh: Surachmad (1977:423) mengatakan, “Metode penyajian grafik kini telah menjadi suatu alat komunikasi.”

  2. Jika nama pengarang tidak dinyatakan, maka ditulis nama akhir pengarang, tahun terbit pustaka, dan nomor halaman ditulis dalam kurung, lalu pernyataan ditulis sebelum tanda titik akhir kalimat. Antara nama pengarang dan tahun terbit diberi tanda koma, dan antara tahun terbit dan nomor halaman diberi tanda titik dua.
    Contoh: Peneliti dapat memanfaatka alat teknologi yang canggih, yaitu komputer, untuk mengolah data (Koentjaraningrat, 1980:357-364).

  3. Jika terdapat dua pengarang, kedua nama terakhir pengarang dicantumkan dengan dipisahka kata dan. Jika pengarang lebih dari dua, digunakan kata dkk, sesudah nama akhir pengarang pertama. Kata dan serta dkk ditulis biasa.
    Contoh: Menurut Amiruddin dkk. (1978:63), hemoglobin adalah pigmen merah pembawa oksigen pada butir darah merah.

  4. Jika ada beberapa karya terbitan tahun yag sama dari satu orang yang sama, dapat dibedakan denga huruf a, b, dan c di belakang tahun terbit.
    Contoh: Selanjutnya, Rozarsfeld (1969a) berpendapat bahwa……Pendapatnya itu diperkuatnya dengan mengatakan bahwa….(Rozarsfeld, 1969b)

  5. Jika beberapa sumber informasi diacu bersama, nama pengarang dan tahun terbit berada dalam satu kurung, mengikuti tahun terbit, tanda titik koma memisahkan sumber informasi lainnya.
    Contoh: ….dalam pembangunan ekonomi (Rahman, 1977;Anwar, 1979;Wirawan, 1981).

  6. Nomor jilid pustaka acuan dinyatakan dengan dinaikkan setengah spasi atau subskrip jika menggunakan computer.
    Contoh: Alisjahbana (19571) mengatakan bahwa ada dua bagian di dalam bahasa, yaitu isi dan bentuk.

  7. Jika pustaka tidak mempunyai tahun terbit, ditulis Tanpa Tahun di dalam kurung sesudah penyebutan nama pengarang.
    Contoh: …dana moneter internasional (Wardhana, Tanpa Tahun: 117).

Dengan adanya teknik penyusunan ini, akan mempermudah bagi kita semua untuk membuat atau mempraktikan langsung penulisan kutipan tak langsung ini dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, jadi gimana? Udah paham kan sekarang? Pasti udah dongg… Semoga para pembaca setia Mijil, dapat memetik hasil atau manfaat dari artikel ini yaa. Mungkin cukup sekian penjelasan dari saya mengenai Kutipan Tak Langsung. Sampai dijumpa dipembahasan selajutnyaa dan tetap selalu jaga kesehatan ya kawan. See you

Daftar Pustaka
Disarikan dari buku “Buku Ajar Bahasa Indonesia Akademik”. Karya Sugihastuti dan Siti Saudah. (2018). Halaman 325-328. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.