Pengaruh Begadang bagi Remaja

Tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia. Semakin dewasa seseorang biasanya makin mengalami banyak kesulitan untuk tidur. American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa kesulitan untuk tidur memengaruhi 40% remaja. Gangguan tidur yang sering dialami remaja adalah insomnia. Biasanya, insomnia ini sendiri terjadi pada 10% remaja pada usia 10 - 19 tahun menurut Children’s Health. Penyebabnya terjaganya mereka sepanjang malam pun beragam. Misalnya saja, tidur siang terlalu sore, tak kunjung mengantuk, menonton TV, keasyikan dengan gadgetnya, mengerjakan banyak tugas, dan masih banyak hal yang lainnya. Harus selalu diingat bahwa efek begadang pada remaja sangat buruk baik konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjangnya. Maka dari itu perlu pemahaman lebih lanjut mengenai dampak begadang dan cara mengatasinya.

Menurut Mahendra di dalam buku Tubuh Anda Cerminan Kesehatan Anda (2010), kesulitan tidur akibat begadang memicu timbulnya berbagai penyakit dan menyebabkan rusaknya sistem imun. Tubuh perlu beristirahat dan apabila tidak beristirahat maka terjadi kurang optimalnya fungsi organ pada tubuh sehingga dapat menimbulkan masalah atau penyakit yang dapat menyerang tubuh. Berikut berbagai dampak negatif dari kebiasaan begadang terhadap kesehatan remaja:

Terhambatnya pertumbuhan tinggi badan. Dengan tidur, organ dalam tubuh dapat bekerja secara maksimal dan apabila dipaksakan untuk terus begadang dan tidak bekerja diwaktu yang seharusnya bagi remaja yang sedang di fase pertumbuhan maka hormon pertumbuhan (Growth Hormone) yang tidak di produksi secara konstan di dalam tubuh akan diekskresi dalam kadar yang lebih banyak pada saat tidur dan saat begadang, hormon tersebut tidak dapat keluar banyak berbeda seperti saaat seorang remaja tidur dan hal tersebut tentu menyebabkan terhambatnya pertumbuhan seseorang.

Resiko gangguan stress dan depresi. Tidur perlu dilakukan karena saat tidur, otak sedang meengalami proses pemulihan. Ketika remaja begadang maka otak akan melakukan aktivitas tambahan pada malam hari dan memicu menurunnya kemampuan otak untuk kontrol emosi. Ketika hal ini terjadi berulang maka ootak akan lelah dan menyebabkan seorang remaja kesulitan untuk berpikir jernih, timbul stress dan membuat rasa cemas berlebih dimana hal tersebut berdampak pada gangguan depresi.

Sulit berkonsentrasi. Begadang menurunkan fungsi kerja pada otak. Konsentrasi merupakan hal yang dibutuhkan semua orang dalam melakukan semua aktifitasnya, terutama bagi remaja yang masih harus belajar di sekolah, konsentrasi yang tinggi sangat dibutuhkan. Tidur akan menyimpan semua informasi yang telah dipelajari maupun dilakukan.

Resiko penuaan dini. Kebiasaan begadang dapat menghambat sel dalam beregenerasi terutama kulit karena terhambatnya produksi koolagen dalam tubuh yang berperan sebagai penghambat penuaan dini. Apbilla kebiasaan begadang terus dilakukan makan resikonya adalah muncul kerutan di wajah, kulit kusam, bahkan wajah akan menua dengan cepat.

Menurukan sistem kekebalan. Saat tidur, kekebalann tubuh meningkat dan semakin kuat dari serangan berbagai pemicu karena antibodi dan sel yang melawan benda asing yang masuk tubuh aktif bekerja saat seseorang memiliki waktu tidur yang cukup. Tidur sangat penting unuk menjaga imunitas tubuh. Jika seorang remaja begadang maka terhambatnya sistem imun dalam tubuh karena tidak mampu bekerja bekerja maksimal. Apabila sering terjadi maka tubuh mudah sakit dan melambatnya waktu untuk memulihkan tubuh dari sakit tersebut.

Dampak buruk yang dapat terjadi sepatutnya bagi remaja untuk mulai mengambil tindakan pencegahan dini. Yang pertama harus mengenali terlebih dahulu akar masalah yang menjadikan alasan bagi remaja untuk begadang. Lalu ciptakan rutinitas tidur seperti menetapkan jam tidur dan bangun agar istirahat menjadi lebih teratur. Setelah itu kiat lainnya adalah mengurangi kafein yang dapat mengurangi rasa kantuk. Perlu juga untuk menjaga jarak dengan layar gawai. Menciptakan ruang tidur yang nyaman dan tenang agar kualitas tidur baik dan tidur menjadi lebih nyenyak. Terakhir, mulai coba selesaikan masalah dengan bercerita dan mencari penyelesaian pada waktu selain untuk tidur karena remaja sering merasa cemas, khawatir, dan banyak pikiran ketika akan beranjak tidur.

Masa remaja adalah usia dimana seseorang rentan melakukan banyak hal karena masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Diperlukan penyuluhan untuk kesadaran mereka terkait pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari begadang. Mereka harus mampu menerapkan gaya hidup yang sehat karena tubuh merupakan asset penting yang harus dijaga sampai tua. Banyak sekali alasan pemicu begadang yang seharusnya begadang merupakan alternatif terakhir.

Seorang remaja harus mampu memenejemen waktunya dengan baik. Apabila mengharuskan untuk begadang maka solusinya adalah tetap berolahraga dan menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat. Hindari mengkonsumsi kafein terlalu sering karena kafein menghambat seseorang untuk beristirahat.

DAFTAR PUSTAKA :

Puteri, Jihan Sakinah. 2022. Dampak Kebiasaan Begadang terhadap Kesehatan Remaja Milenial | kumparan.com, diakses pada 28 Juni 2022 pukul 12.05.
Dr. Agustine, Sienny. 2021. 8 Efek Begadang yang Buruk untuk Kesehatan - Alodokter, diakses pada 28 Juni 2022 pukul 14.36.
Bili, I. L. (2021). HAK DAN KEWAJIBAN MANUSIA DALAM MENGURANGI PENGARUH BEGADANG BAGI KESEHATAN MANUSIA. OSF Preprints, 1.
Hayes, Clarin. 2018. KURANG TIDUR? INI AKIBATNYA | Clarin Hayes - YouTube, diakses pada 28 Juni 2022 pukul 14.54