Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2024

Pendidikan merupakan suasana dan proses pembelajaran agar seseorang dapat mengembangkan potensi dirinya untuk mendapatkan kemampuan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak, ilmu hidup, pengetahuan umum, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk dirinya serta masyarakat. Dalam dunia pendidikan, karakter merupakan hasil implementasi yang didapatkan seseorang dalam menempuh dunia pendidikan. Karakter dapat diartikan sebagai sifat atau perilaku yang dimiliki seseorang dan menjadikannya berbeda dengan orang lain. Karakter seseorang didapatkan tidak hanya dalam dunia pendidikan, namun juga bisa didapatkan dari beberapa faktor yaitu, bawaan dari lahir (genetik), lingkungan keluarga, pengalaman hidup hingga interaksi sosial. Pendidikan karakter adalah dua kata yang berbeda namun Secara tidak langsung Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai suasana dan proses pembelajaran seseorang dalam mendapatkan kemampuan secara perilaku untuk membentuk sifat seseorang sejak dini dengan cara dilatih secara rutin sehingga menjadi kebiasaan yang baik seperti berkata jujur, peduli, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, toleransi sehingga hasil dari pendidikan tersebut dapat berguna untuk dirinya dan masyarakat, bangsa, dan negara.

Pendidikan karakter di indonesia sudah menjadi pembahasan yang darurat karena konsekuensi akibat adanya perkembangan zaman terutama dalam bidang teknologi. Peran seorang remaja dalam kehidupan masih menjadi peranan penting sebagai regenerasi untuk mendapatkan pelatihan keterampilan dan pendidikan. Hal ini harus diupayakan karena seorang remaja memiliki etos, keinginan dan hasrat yang kuat untuk meraih cita-cita karena adanya dorongan motivasi dan karakter untuk menjadi seorang pelopor. Namun saat ini persoalan remaja adalah masalah terbesar yang dialami oleh bangsa indonesia, banyak sekali kasus-kasus yang melibatkan remaja, narkoba, pergaulan bebas, tawuran, kekerasan, ujaran kebencian dan perilaku menyimpang lainnya sehingga para remaja yang seharusnya dapat membawa hal-hal positif kali ini harus menjadi sorotan mengenai berbagai aspek kehidupan di media cetak, wawancara, gelar wicara, dan media massa, baik tingkat nasional maupun internasional.

Pendidikan tidak hanya sebatas seorang siswa menempuh jenjang pendidikan menjadikannya cerdas dibidang akademik, masih banyak pendapat para siswa, orang tua hingga guru yang berpendapat kecerdasan seorang siswa di nilai dari kemampuan akademiknya seperti memahami pelajaran matematika, berhitung dan lain sebagainnya tanpa melihat kemampuan lain yang dimiliki oleh siswa tersebut. Dalam dunia pendidikan diharapkan menjadi wadah bagi untuk ditempa nya karakter seorang anak sejak usia sekolah. Pendidikan karakter saat ini adalah salah satu keharusan sebelum seorang siswa dapat menuntut ilmu di sekolah, seorang anak dituntut tidak hanya cerdas namun juga harus memiliki sopan santu, perilaku, budi pekerti yang baik sehingga keberadaanya dalam bertingkah laku membuat masyarakat terasa nyaman dengan keberadaannya, menjadi bermakna bagi orang lain. Meskipun gagasan pendidikn karakter sudah terlambat untuk di ajarkan, namun masih banyak siswa di bangku sekolah yang membutuhkan pendidikan karakter, masih banyak siswa yang baru memasuki usia pertumbuhan dan harus mendapatkan pendidikan karakter agar di masa depannya tidak hanya pintar dalam usuran akademik tetapi juga menjadi seseorang yang memiliki karakter.

Negara indonesia sudah termasuk dalam negara yang krisis moral, tanpa di sadari pengaruh Covid-19 membawa dampak terhadap karakter dan pendidikan kepada anak berupa keterbatasan interaksi, kebiasaan, naluri hingga suara hati. Negara indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang berkarakter untuk menyangkut prediksi Indonesia Emas pada tahun 2045. Indonesia Emas 2045 sudah menjadi prediksi yang diharapkan, karena pada tahun tersebut Negara Indonesia memasuki usia 100 tahun, yang mana pada tahun tersebut negara ini memiliki penduduk dengan bonus demografi atau di huni oleh usia-usia produktif yang harus bisa mendorong kemajuan manfaat bagi negara dan bukan malah menjadi jebakan sendiri. Maka dari itu pentingnya pendidikan karakter harus menjadi tolak ukur dalam masalah pendidikan saat ini. Seorang anak sejak lahir harus dibina memiliki karakter yang baik, harus di biasakan untuk berkata jujur, bertanggung jawab, amanah, ucapannya baik enak di dengar dan tidak menyakiti hati orang lain sehingga orang lain merasa nyaman dengan keberadaannya.