Akhir-akhir ini, self-healing menjadi istilah yang begitu akrab di telinga, terutama di kalangan anak muda. Ketika tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, dan persoalan pribadi datang bersamaan, banyak orang memilih pergi sejenak untuk menenangkan diri. Alam sering dianggap sebagai jawaban. Pantai, hutan, dan pegunungan dipilih karena menawarkan suasana sunyi yang menyejukkan pikiran. Pantai Goa Cemara di Bantul menjadi salah satu tempat yang kerap didatangi. Pasir hitam yang lembut, deretan cemara udang yang rimbun, angin laut yang sepoi-sepoi, serta suara ombak yang konstan menciptakan kesan damai bagi siapa pun yang datang.
Namun, ketenangan itu tidak selalu bertahan lama. Di sela suasana pantai yang menenangkan, mata sering kali justru tertumbuk pada pemandangan yang mengganggu: sampah yang berserakan. Semakin ramai pengunjung, semakin nyata pula persoalan yang muncul. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat bahwa pada tahun 2020, Pantai Goa Cemara dikunjungi hampir 19 ribu wisatawan. Angka ini tentu membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, tetapi juga meninggalkan pekerjaan rumah besar dalam menjaga kebersihan pantai.
Masalah sampah menjadi dampak yang paling mudah terlihat. Sisa makanan, tempurung kelapa, plastik, hingga styrofoam kerap tertinggal di area pantai setelah pengunjung pulang. Penelitian menunjukkan bahwa satu orang pengunjung bisa menghasilkan hampir setengah kilogram sampah per hari. Jika dikalikan dengan ribuan orang, jumlahnya tentu tidak sedikit. Sampah-sampah ini bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengurangi kenyamanan pengunjung lain yang datang dengan tujuan yang sama: mencari ketenangan.
Ironisnya, pantai yang dipilih sebagai ruang untuk menenangkan diri justru menjadi korban dari perilaku kita sendiri. Self-healing seharusnya tidak berhenti pada upaya memulihkan diri, tetapi juga disertai kesadaran untuk menjaga ruang yang kita gunakan. Alam bukan sekadar tempat singgah untuk melepas penat, melainkan ruang hidup yang perlu dihormati dan dirawat bersama.
Menjaga kebersihan Pantai Goa Cemara sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam yang sulit terurai menjadi langkah awal yang penting. Membawa botol minum dan tempat makan sendiri juga dapat membantu menekan jumlah sampah kemasan sekali pakai. Jika terpaksa menggunakan kemasan, membawa kembali sampah tersebut, terutama ketika tempat sampah terbatas, adalah bentuk tanggung jawab yang seharusnya dimiliki setiap pengunjung. Selain itu, saling mengingatkan antar teman atau keluarga ketika ada yang membuang sampah sembarangan bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar.
Pada akhirnya, self-healing bukan hanya tentang mencari ketenangan untuk diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap terhadap alam. Goa Cemara adalah tempat untuk menenangkan hati, bukan tempat untuk meninggalkan sampah. Jika kita ingin terus menikmati ketenangan yang ditawarkannya, sudah seharusnya kita ikut menjaga agar pantai ini tetap bersih dan lestari.
