Menyalurkan Suara Hati Lewat Puisi

Mimpi Belaka

Aku menyukai senja,
Menatap kaki langit dibawah sinar berwarna jingga
Udara tak henti-hentinya bertiup menyapu rambut di keningku
Akan tetapi pikiran ini tak bisa diajak kompromi
Pikiranku kacau melamunkan kisah kita yang tak kunjung dimulai.

Aku menyukai bulan , entah itu sabit, purnama maupun gerhana
Tapi aku hanya dapat menatapnya
Dibawah jendela tempatku berbagi cerita
Aku berharap setiap malam akan sama
Bulan bersinar terang dengan kerlap-kerlip bintang disisinya

Di dunia ini terlalu banyak kasih sayang dan cinta
Namun perhatian dan kasih sayangmu mengalihkan segalanya
Mungkin saja perasaan kita sama,
Saling menyuarakan cinta melalui batin yang diam membisu

Bagaimana aku dapat memilikimu
Saat kita didefinisikan bak langit dan bumi
Perasaan yang sama namun terbentang jarak diantara kita
Sejujurnya aku benci konsep itu
Namun nyatanya itu hanyalah imajinasi yang berjalan seperti mimpi
Ada tapi tidak nyata.