Mengenal Sintaksis : Objek Kajian Bahasa Yang Bersifat Mengatur

image

Dalam kehidupan bermasyrakat, tentunya terdapat tata aturan dan norma dalam melakukan setiap kegiatan. Dalam bertindak, setiap tindakan juga memiliki keharusan untuk tidak memberikan efek terhadap orang lain. Dalam kehidupan, tentunya terdapat multidimensi bahasa yang digunakan. Hal ini merujuk pada eksistensi bahasa sebagai media komunikasi universal, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai media komunikasi yang universal tentunya juga memiliki aturan kebakuan dalam penggunaannya, terutama dalam aspek nilai formal dalam penerapannya. Hakikat dari tata aturan bahasa tersebut tentu dikaji dalam sebuah ilmu bahasa yang ada dalam linguistik. Cabang ilmu ini disebut sebagai sintaksis.

Hakikat Sintaksis : Pengertian dan Objek Kajian
Sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari mengenai kelompok kata atau kalimat. Sintaksis sendiri merupakan sub bab yang cukup besar di dalam linguistik. SIntaksis sendiri berasal dari bahasa Yunani sun yang berarti “dengan” dan tattein yang berarti “menempatakan”. Maka secara umum, sintaksis adalah ilmu menaruh dan menempatkan atau menyusun menjadi kelompok kata dan kalimat. Secara etimologi, istilah ini berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok-kelompok kata atau kalimat. Lebih lanjut, Abdul Chaer mengartikan sintaksis sebagai cabang linguistik yang menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan yang lainnya, serta penyusunan sehingga menjadi satuan ujaran. Jika ditarik kesimpulan, sintaksis adalah cabang linguistik yang mempelajari mengenai satuan kata dan relasi sehingga menjadi sebuah kelompok kata dan kalimat.

Sintaksis sendiri berlingkup pada tata hubungan kata dengan kata lain dalam membentuk struktur besar, yakni frasa, klausa, dan kalimat. Objek kajian dari sintaksis adalah struktur internal kalimat. Dalam sintaksis, objek yang dikaji adalah frase, klausa, dan kalimat. Dalam kajiannya, frase adalah objek terkecil yang dikaji dalam sintaksis. Sementara objek terbesarnya adalah kalimat. Sintaksis meneliti mengenai relasi anatara unsur frase, proses pembentukan frase serta jenis frase. Sementara dalam klausa dan kalimat, sintaksis mendalami tentang struktur,unsur pembentuk, relasi antar klausa, relasi antar klausa serta jenis-jenis klausa. Ruang lingkup pada susunan ini tentunya menciptakan relasi antara sintaksis dan berbagai disiplin ilmu lain. Sintaksis sebagai bagian dari dari cabang linguistik jelas memiliki.
Sintaksis, Morfologi dan Wacana

Morfologi dan sintaksis sebagai cabang dalam ilmu linguistik tentu memiliki beberapa keterikatan dan relasi. Morfologi dan sintaksis sama-sama bagian dari subsistem tata bahasa atau gramatika. Morfologi menyelidiki struktur intern kata dimana objek terkecilnya adalah morfem. Sementara itu, sintaksis memiliki lingkup lebih luas yakni frase, klausa hingga kalimat. Dengan kata lain, morfologi adalah ilmu yang meneliti penyusun objek kajian dari sintaksis. Bisa ditarik kesimpulan bahwa kata adalah objek kajian terbesar morfologi, sedangkan dalam sintaksis kata adalah kajian bahasa paling kecil. Maka bisa dikatakan, muasal objek kajian sintaksis berasal dari kumpulan objek kajian morfologi.

Sementara itu, sintaksis juga memiliki hubungan dengan wacana. Wacana sendiri merupakan satuan gramatikal yang berada pada tataran tertinggi dan terlengkap. Wacana terkadang bisa berupa kalimat atau kata, tetapi telah membawa amanat secara lengkap. Menurut beberapa ahli, wacana bukan merupakan bagian dari sintaksis sehingga wacana memiliki sub bab pembahasan sendiri di luar pembelajaran sintaksis. Jika dikaitkan, wacana dan sintaksis memiliki kemiripan. Hanya saja, sumber objek kajian sintaksis adalah timgkat lebih lanjut dari objek kajian sintaksis yakni kata, klausa, dan kalimat.

Sintaksis merupakan cabang ilmu linguistik yang kelompok kata atau kalimat. Sintaksis secara umum memiliki kesetaraan dengan ilmu linguistik lainnya sebagai sub bab kajian tata bahasa yang ada dalam bahasa Indonesia. Sintaksis sendiri secara garis besar memiliki objek kajian berupa kata, klausa, dan kalimat. Dengan objek kajian tersebut menjadikan sintaksis berkait secara langsung dengan morfologi dan wacana. Morfologi memiliki bahan kajian yang menjadi partikel penyusun bahan kajian sintaksis, sementara sintaksis memiliki bahan kajian yang merupakan cikal bakal penyusun bahan kajian wacana. Jika disimpulkan, dalam urutan mempelajarinya dimulai dari morfologi, sintaksis, dan baru memasuki wacana karena tingkat objek kajian yang semakin luas.

Daftar Pustaka
Hasanudin, C. (2016). “Kajian Sintaksis Pada Novel Sang Pencuri Warna Karya Yersita”. Jurnal Pendidikan Edutama, 19-30.
Irmansyah. (2015). “Struktur Kalimat Deklaratif Bahasa Muna”. Jurnal Humanika, 1-12.
Karina Sofiananda Armaza Faraba, d. (2017). “Pelesapan Subjek dan Predikat Pada Judul Berita Line News”. Jurnal Pena, 1-15.
Noortyani, R. (2017). Buku Ajar Sintaksis. Yogyakarta: Pustaka Media.
Santosa, P. (1996). Bahasa dan Sastra. Jakarta: Departemen Bimbingan dan Pengembangan Bahasa.
Setiawan, D. A. (2016). “Analisis Kesalahan Sintaksis Bahasa Indonesia dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas VI SDN Kanigoro 2 Kecamatan Pagelaran Yang Berbahasa Ibu Bahasa Madura” Pancaran, 5 (3), 25-36.
Supriyadi. (2014). Sintaksis Bahasa Indonesia. Gorontalo: UNG Press.

1 Like