Mengatasi Badmood Menurut Saya

Hai, perkenalkan saya mahasiswa semester 2. Dari awal kuliah sampai saat ini saya melewati semuanya dengan daring, ya begitu hebatnya dampak dari pandemi COVID-19 ini. Tentunya banyak hal yang harus saya lewati. Kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana saya mengatasi badmood yang mungkin sering dialami remaja seusia saya.

Sebelumnya saya izinkan saya menceritakan sedikit tentang apa yang biasanya membuat saya berada di suasana hati yang tidak baik. Sebenarnya setiap orang memiliki pemicu yang berbeda beda, bisa karena kecewa terhadap sesuatu, gagal melakukan hal yang diinginkan, lingkungan yang tidak mendukung, perasaan tidak puas dan masih banyak lagi. Untuk saya sendiri hal yang sering membuat saya badmood adalah ketika saya tidak dihargai, dan berada di situasi yang itu-itu saja atau membosankan.
Untuk hal yang pertama yaitu ketika saya tidak dihargai, misalnya seperti ini, ketika saya sudah seharian kelas daring, mengerjakan tugas, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lainnya kemudian baru saja saya merebahkan badan kemudian orang rumah bilang kalau saya seharian tiduran di kamar saja, tidak berinteraksi, dan malas. Bagaimana saya tidak jengkel, apa yang saya lakukan seharian tidak ada harganya sama sekali. Kemudian yang kedua yaitu berada di situasi yang itu-itu saja. Saya orangnya mudah bosan, oleh karena itu saya akan melakukan hal baru yang penuh tantangan. Saya juga ekstrovert dimana saya lebih suka berada di keramaian, berbicara dengan banyak orang untuk mengisi energi di dalam tubuh. Dan bayangkan untuk sekarang keduanya benar-benar dipatahkan sejak pandemi ini, setiap hari berada di situasi yang sama, tidak bisa bertemu orang banyak, dilarang keluar rumah, begitu saja berulang setiap harinya selama setahun terakhir. Saya yang seorang ekstrovert ini merasa hampir frustasi karena kesenangannya direnggut. Sungguh jika boleh jujur ini sangat berat bagi kami yang memiliki sifat ekstrovert, namun karena keadaan yang memaksa, mau tidak mau tetap dijalani.

Saya bersyukur karena keluarga saya Alhamdulillah bisa bertahan dalam situasi ini, karena masih banyak sekali orang di luar sana yang kurang beruntung. Lalu bagaimmana saya mengatasi hal-hal yang membuat saya tadi kesal atau jengkel. Yang pertama adalah sugesti positif kepada diri sendiri, percaya atau tidak sebenarnya yang bisa membuat kita merasa lebih baik adalah pikiran kita sendiri, itulah mengapa penting untuk selalu menanamkan positive thinking dalam mindset. Kita bisa mulai berbicara hal baik dan love self, itu sangat perlu agar kita lebih menghargai diri sendiri. Wajar memang ketika ketika kita tersinggung dan membuat kita menjadi badmood, namanya juga manusia yang memiliki perasaan jadi itu merupakan hal yang lumrah, asalkan kita bisa mengontrol dan tidak terlalu jatuh. Yang kedua, yang sering saya lakukan adalah dengan mengalihkan pikiran saya ke hal-hal yang saya sukai, kalau saya sendiri biasanya dengan menonton film, drakor, atau kpop. Nah kalau ini memang setiap orang memiliki hal berbeda yang membat mereka senang, jadi saya sarankan carilah sesuatu yang bisa membuat kalian bisa melupakan sejenak semua masalah yang ada. Sejauh ini dua hal itu yang sering saya lakukan. Namun kembali lagi setiap individu memiliki caranya masing-masing, disini saya hanya bercerita tentang saya sendiri.

Pesan saya untuk kita semua, percayalah walau awalnya sulit namun semua akan belalu perlahan, sabar dan terus melangkah karena hidup kalian masih panjang. Kalau kalian lelah jangan terus berlari, ada kalanya kita berjalan, duduk, dan berhenti sejenak. Badai akan berlalu dan terbit pelangi. Terima kasih telah membaca curhatan saya ini. Semoga ada hal baik yang bisa diambil dari apa yang telah saya tulis.