Di Dusun Geger, Kelurahan Girirejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, terdapat sebuah masjid bernama Masjid Jami’ Roudhlotul Jannah. Masjid tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitarnya. Masjid Jami’ tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga difungsikan sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan keagamaan lain. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di masjid tersebut adalah pengajian setiap hari Selasa. Pengajian tersebut berlangsung di serambi masjid yang cukup luas sehingga bisa menampung seluruh jamaah. Biasanya dimulai pukul 09.30 pagi dan selesai sebelum waktu salat zuhur, lalu ditutup dengan salat zuhur berjamaah di sana. Pengajian rutin tersebut dihadiri secara langsung oleh kiai maupun ustaz dari daerah sekitar masjid. Jamaah yang hadir dalam tidak hanya berasal dari daerah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah. Hal itu menunjukkan bahwa pengajian rutin memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengisi waktunya dengan menambah ilmu dan sarana untuk memperbaiki diri.
Pengajian ini dibuka untuk umum sehingga semua orang boleh mengikuti pengajian tersebut tanpa ada batasan usia dan latar belakang. Kegiatan pengajian tersebut juga memberi manfaaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Banyak pedagang yang datang untuk menjual barang, seperti makanan, minuman, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga bumbu dapur. Suasana pengajian semakin ramai dengan kehadiran para pedagang tersebut. Kegiatan pengajian tersebut tidak hanya memberi manfaat rohani, tetapi juga dapat membantu perekonomian warga sekitar. Selain itu, di era digital seperti saat ini, hadir juga beberapa pembuat konten yang mengabadikan setiap jalannya kegiatan pengajian tersebut. Mereka rutin merekam dan melakukan siaran langsung , lalu mengunggahnya ke media sosial seperti Youtube. Dengan adanya dokumentasi tersebut, dakwah yang disampaikan dapat dijangkau oleh orang-orang yang tidak dapat hadir langsung, sehingga jangkauannya bisa lebih luas hingga ke luar daerah.
Pengajian rutin hari Selasa ini pertama kali dimulai sekitar tahun 2010 dan dimulai dari adanya inisiatif para tokoh agama setempat. Pada awalnya, jumlah jamaah yang hadir sedikit. Namun, seiring waktu, jumlah peserta semakin bertambah karena materi yang disampaikan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa pemateri dalam acara tersebut antara lain KH. M. Showam dan Gus Anam. Mereka menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga jamaah yang hadir dapat menangkap pesan yang disampaikan dengan jelas. Materi yang disampaikan biasanya mengenai penguatan iman, akhlak, cara bersikap dalam kehidupan, dan nasihat agar tetap sabar dalam menghadapi masalah sehari-hari.
Selain menjadi sarana memperdalam ilmu agama, pengajian ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi masyarakat yang hadir. Para jamaah bisa saling berinteraksi, mengenal satu sama lain, dan mempererat hubungan sosial. Pengajian itu memberi kesempatan bagi pada jamaah untuk mendapatkan ruang berkumpul yang penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Hingga saat ini, pengajian rutin hari Selasa tersebut masih terus berjalan. Para pemuka agama di sekitar Masjid Jami’ Roudhlotul Jannah berkomitmen untuk menjaga kelestarian tradisi itu. Semangat dan antusiasme para jamaah menunjukkan bahwa pengajian ini member manfaat dan perlu dilestarikan. Melalui kegiatan tersebut, Masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga dapat merasakan kebersamaan dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak warga yang berharap pengajian ini bisa bertahan lama dan menjadi contoh bagi daerah lain agar semakin banyak kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

