Mencoba Lebih Akrab dengan Konjungtor

eko
design by: canva

Ketika belajar bahasa Indonesia, tentu kita sudah tidak asing dengan konjungtor atau yang lebih dikenal sebagai konjungsi. Sebagian dari pembaca mungkin sudah paham mengenai konjungtor dan sudah pernah menggunakan beberapa bentuk dari konjungtor saat menulis. Pada kesempatan ini kita akan belajar mengenai konjungtor lebih dalam dan detail, simak penjelasan berikut ini ya!

Konjungtor termasuk ke dalam salah satu jenis kata tugas. Apa sih kata tugas itu? (Chaer, 2011: 212) menyatakan bahwa kata tugas adalah kata yang secara inheren tidak mempunyai makna, hanya memiliki tugas dalam sintaksis. Kata tugas tidak memiliki arti atau makna jika berdiri sendiri tetapi dapat berarti jika dirangkai dengan kata lain dalam frasa atau kalimat. Konjungsi termasuk kata tugas karena tidak memiliki makna leksikal, tetapi dapat memiliki arti apabila disusunkan dengan kata lain.

Dari penjelasan sebelumnya, kita sudah belajar mengenai kata tugas, lalu bagaimana dengan konjungtor? Baiklah kita akan bahas! Konjungtor yaitu kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa (Alwi, Darmowidjojo, Lapoliwa, & M.Moeliono, 2003: 296). Ada empat kelompok konjungtor, yaitu konjungtor koordinatif, konjungtor korelatif, konjungtor subordinatif, dan konjungtor antarkalimat. Mari kita ulas satu per satu empat kelompok konjungtor yang sudah disebutkan sebelumnya!

Kita mulai dengan konjungtor koordinatif, konjungtor koordinatif ini berfungsi untuk menghubungkan dua unsur atau lebih, yang sama pentingnya atau sama statusnya . Contoh konjungtor koordinatif yaitu: dan yang menandakan hubungan penambahan, serta menandakan hubungan pendampingan, atau menandakan hubungan pemilihan, tetapi dan melainkan menandakan hubungan perlawanan, padahal dan sedangkan menandakan hubungan pertentangan. Konjungtor dan dan atau dapat menghubungkan antar kata atau frasa, sedangkan konjungtor tetapi hanya dapat menghubungkan dua unsur. Konjungtor koordinatif dapat menghubungkan frasa dan klausa walaupun frasa yang dihasilkan bukan preposisional.

Selanjutnya yakni konjungtor korelatif, konjungtor korelatif menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Konjungtor korelatif terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Contohnya yaitu: baik…maupun…; tidak hanya,…tetapi juga…; bukan hanya…, melainkan juga; sedemikian rupa…sehingga…; apa(kah)…atau…; jangankan…,…pun; dan entah…entah…

Kita beralih ke konjungtor subordinatif. Konjungtor subordinatif berfungsi menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Konjungtor subordinatif membentuk anak kalimat, anak kalimat dan induk kalimat yang digabung menghasilkan kalimat majemuk bertingkat. Konjungtor subordinatif dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain: (1) Waktu, contohnya sejak, sedari, selama, sambil; (2) Pengandaian, contohnya andaikan, seumpamanya; (3) Tujuan, contohnya agar, supaya; (4) Pembandingan, contohnya seperti, seolah-olah; (5) Sebab, contohnya karena, sebab; (6) Hasil, contohnya sehingga, sampai(-sampai); (7) Syarat, contohnya jika, kalau, asalkan; (8) Konsesif, contohnya biarpun, meskipun, sekalipun; (9) Alat, contohnya dengan, tanpa; (10) Atributif, contohnya yang; (11) Perbandingan, contohnya sama…dengan; (12) Komplementasi, contohnya bahwa; dan (13) Alat, contohnya dengan, tanpa.

Yang terakhir ada konjungtor antarkalimat. Konjungtor antarkalimat yaitu konjungtor yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain. Konjungtor ini digunakan untuk mengawali kalimat. Contoh konjungtor antar kalimat yakni walaupun demikian,…; namun,…; oleh karena itu,…; meskipun demikian,…; sekalipun demikian,…

Itulah beberapa materi mengenai konjungtor atau kata sambung. Kita sudah belajar mengenai konjungtor dan empat kelompoknya. Karena konjungtor termasuk kata tugas yang penting, maka dari itu ketika menggunakan konjungtor harus memperhatikan dan menyesuaikan konteks kalimat. Konjungtor harus dipahami dan dipelajari agar tercipta kalimat yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membantu dalam belajar mengenai konjungtor. Sampai jumpa di pembahasan yang lain!

Referensi:

Alwi, H., Darmowidjojo, S., Lapoliwa, H., & M.Moeliono, A. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (3 ed.). Jakarta: Pusat Bahasa dan Balai Pustaka.

Chaer, A. (2011). Ragam Bahasa Ilmiah. Jakarta: Rineka Cipta.

1 Like