Mari mempelajari bentuk-bentuk definisi

BENTUK-BENTUK DEFINISI

Semantik termasuk ke dalam salah satu cabang linguistik. Menurut Chaer (1994: 2) semantik merupakan cabang dalam linguistic yang mempelajari makna dalam bahasa. Semantik merupakan cabang linguistik yang meniliti dan mempelajari makna dari satuan vokalbuler yang mengacu pada hubungan makna antara satuan dimaksud (Ridwan, 2002:61). Dari pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa semantik merupakan cabang linguistik yang mengkaji tentang makna.

Dalam semantik ada pembahasan mengenai definisi. Lalu apakah definisi itu? Definisi merupakan usaha para ilmuwan untuk membatasi konsep dan fakta. Ada beberapa macam definisi untuk konsep, konstruk, dan variabel. Untuk konsep dan konstruk diberi definisi nominal, definisi konseptual, dan definisi konstitutif. Untuk variabel diberi definisi operasional, definisi stipulatif, dan definisi eksplikatif. Selain itu bentuk definisi dalam penelitian atau ilmu dapat berupa (1) definisi formal, (2) definisi semiformal, dan (3) definisi nonformal. Definisi istilah baik yang bersifat nominal maupun yang bersifat operasional dibahasakan dalam salah satu bentuk tersebut. Untuk membentuk sebuah definisi kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu definiendum dan definiens. Definiendum merupakan hal yang akan didefinisikan atau sebuah konsep, konstruk, atau istilah. Definiens adalah penguraian dan pembatasan dari definiendum dalam kalimat berita (Parera, 2004: 208). Bentuk formal dan semiformal dalam definisi menyangkut definiens.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahasa mengenai bentuk-bentuk definisi. Bentuk-bentuk definisi terdiri atas:
1. Definisi sederhana
Definisi sederhana yaitu pendefinisian yang dibuat dalam satu kalimat. Definisi sederhana juga dilihat pula dari bentuk formal dari sebuah definisi. Oleh karena itu, definisi sederhana dapat dibedakan atas:
A. Definisi formal/definisi sederhana formal
Ada beberapa persyaratan utama yang terkait dengan defineiendum dan defineiens dalam membentuk definisi formal sederhana. Relasi dilambangkan dengan kata ialah, adalah, atau sama dengan. Kalimat-kalimat yang mendefinisikan berita itu hidup dan positif. Berikut ini adalah ekspresi relasional antara definiens dan barisan kendala definiens (Parera, 2004: 208).
Rumus hubungan ini adalah istilah adalah i = g + k + d (definiendum/istilah = genus +kelas +diferensia). Contoh pada kalimat “Anemometer adalah sebuah instrumen metereologi yang dipergunakan untuk mengukur kecepatan angin”. Dalam kalimat tersebut kata Anemometer sebagai istilah, “sebuah instrumen metereologi” sebagai genus, “dipergunakan untuk mengukur” sebagai kelas, “kecepatan angin” sebagai diferensia. Kata anemometer adalah definiendum atau dalam rumus di atas adalah istilah. Sedangkan definiensnya adalah g+k+d. Definisi juga mempunyai syarat. Syaratnya adalah definiendum yang didefinisikan tidak boleh diulang dalam definiens. Oleh karena itu, dalam pernyataan definisi yang mengandung definisi berulang, tidak benar. Contohnya adalah kalimat “Istilah burung besi adalah istilah untuk pesawat”.

B. Definisi semiformal/definisi sederhana semifomal
Definisi semiformal hanya memberikan dua dari tiga isi definiens yang disyaratkan dalam definisi formal. Dalam definisi semiformal hanya ada istilah (I) sebagai definiendum, kelas (k) dan diferensia (d). Untuk definisi semiformal, penulis hanya perlu berasumsi bahwa dia mengetahui genus definiendum tersebut.
Contohnya adalah mendefinisikan istilah mahasiswa. Dalam pendefinisian mahasiswa tidak perlu lagi dikatakan genusnya adalah “orang atau manusia”. Definisi semiformal dipakai jika genus dari yang akan didefinisikan itu sudah besar dan kompleks. Intinya, dapat langsung mendefinisikan dengan kelas dan ciri pembeda saja. Meskipun demikian, informasi dalam definisi semiformal bukan berarti tidak sama dengan definisi formal. Definisi semiformal dapat memberikan informasi sebanyak definisi formal. Definisi semiformal (Parera, 2004: 209).

C. Definisi non formal/definisi sederhana non formal.

2. Definisi Kompleks
Definisi kompleks adalah definisi yang terdiri dari dua atau lebih pernyataan. Definisi ini merupakan gabungan dari definisi formal dan semiformal. Namun, selain kombinasi definisi formal dan semiformal, definisi kompleks juga memiliki penjelasan terminologi tambahan dan penting. Definisi kompleks ini biasanya dibentuk menjadi definisi operasional, stipulative, dan eksplikatif (Parera, 2004: 210).

REFERENSI
Parera, J. D. (2004). Teori semantik. Erlangga.
Ginting, H., & Ginting, A. (2019). Beberapa Teori Dan Pendekatan Semantik. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Satra (PENDISTRA), 2.
Anasta, B., S. (2014). Pendefinisian Lema Binatang Di Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni: Universitas Negeri Yogyakarta.