Di balik rimbun yang kian menipis
Sumatera merintih dalam tangis
Bukan sekadar hujan yang turun membasahi
Tapi amarah alam yang tak bisa berkompromi
Bukit-bukit gundul bersaksi membisu
Tentang kapak dan gergaji yang rakus menyapu
Hutan yang dahulu menjadi spons pelindung nyawa
Kini hanyalah hamparan luka, sisa keserakahan manusia
Ini bukan sekadar nasib atau sekadar cuaca
Tapi karma, karna merusak alam
Ibu-ibu mendekap anak dalam ketakutan dan kelaparan
Sementara bantuan tertahan akibat aturan yang entah berantah
Rakyat kecil bejuang setengah mati hanya demi sesuap nasi
Sampai kapan kita akan terus berpura-pura buta dan tuli?
Sebelum seluruh daratan tenggelam dalam luka dan sunyi
Sesunguhnya apa yang kita tanam di bumi dengan belati
Akan kembali sebagai luka yang abadi.