Lebaran Tanpa[MU, DIK]!

image MUDIK
Lebaran tahun lalu hangat diperbincangkan khalayak ramai perihal ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’. ‘Mudik’ dan ‘pulang kampung’ memiliki makna yang kurang lebih sama. Menurut KBBI, ‘mudik’ memiliki arti (berlayar, pergi) ke udik (pedalaman), pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang lebaran sudah banyak orang yang pulang ke kampung. Sedangkan ‘pulang kampung’ memiliki arti kembali ke kampung halaman; mudik: dia-kampung setelah tida lagi bekerja di kota. Apakah ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’ itu sama? Menurut Parera, tidak ada dua kata yang maknanya memang merujuk kepada ide atau referen yang sama persis, tapi dalam pemakaian bahasa sering dijumpai keinginan pemakai bahasa untuk mengganti satu kata dengan kata lain yang maknanya kurang lebih mirip sama sebagai variasi atau juga ciri kebebasan berbahasa (Parera, 2004: 65). Kata ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’ secara umum memiliki arti yang sama, yaitu orang yang kembali ke suatu daerah. Namun, maksud dari kedua kata tersebut bisa jadi berbeda. Misalnya terdapat ART yang dipecat karena pandemi. Tidak mungkin dikatakan “ART itu mudik setelah dipecat” pasti dikatakan “ART itu pulang kampung setelah dipecat”. Maka, kata ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’ bersinonim tidak mutlak, lebih tepatnya dikaitkan dengan relasi makna generik-spesifik. Kata ‘pulang kampung’ memiliki makna generik dan ‘mudik’ memiliki makna spesifik yang mengerucut pada pulang kampung di hari raya. Kemudian,’pulang kampung’ adalah hipernimnya dan ‘mudik’ adalah hiponim. Sebagai contoh ‘bunga’ merupakan hipernim, sedangkan hiponimnya merupakan anggota-anggota di bawahnya, seperti ‘mawar, anggrek, melati, dll’.

Bagaimana dengan kalimat “Lebaran tanpamu, dik.” dan “Lebaran tanpa mudik.”. Penempatan tanda baca koma (,) untuk memisahkan ‘mu’ dan ‘dik’ menjadikan makna kata tersebut berbeda dengan kata ‘mudik’. Kemunculan kedua kata tersebut merupakan reaksi dari aturan pelarangan mudik Lebaran tahun 2021. Secara makna, jelas kedua kalimat tersebut sangat berbeda. “Lebaran tanpa mudik” memiliki arti lebaran (hari raya idulfitri) tanpa (tidak boleh) mudik (pulang ke kampung halaman saat hari raya). Sedangkan, “Lebaran tanpamu, dik” memiliki arti Lebaran (hari raya Idulfitri) tanpa (tidak bersama) “dik” (berasal dari kata adik yang dihilangkan fonem awal). Meskipun secara pelafalan hampir sama, tapi kalimat tersebut memiliki arti yang sangat berbeda.

1 Like

Lebaran pun telah berlalu. Dan menumbuhkan benih rindu tuk ramadahan tahun depan🙌