Kukira Akhir Ternyata Awal

Hai semua, aku akan berbagi cerita mengenai perjalanan pendidikan ku saat memasuki dunia perkuliahan. Cerita ini berawal dari hasil pengumuman SNMPTN tahun 2020, dan aku dinyatakan gagal dalam seleksi ini. Tentu saja hal ini membuatku berkecil hati, namun orang- orang disekitar meyakinkanku bahwa masih banyak kesempatan lain. Rasa semangat dan percaya diri kembali hadir karena ada sahabat yang mengajak berjuang bersama dan meyakinkan pasti bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkan bersama -sama.
Kemudian kami mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN di perguruan tinggi yang kami inginkan. Namun kali ini aku harus mengubur rencana dan keinginanku dalam- dalam. Hal ini karena masalah keuangan di keluargaku yang tiba- tiba menurun drastis akibat adanya pandemi Covid- 19. Aku pun hanya bisa mendoakan dan mensupport sahabat- sahabat ku untuk masuk di perguruan tinggi impian masing- masing. Dengan berat hati aku menerima kenyataan bahwa aku tidak bisa kuliah tahun ini.
Aku pun memutuskan untuk mencari pekerjaan, namun di tengah pandemic Covid- 19 sangat sulit mendapatkan pekerjaan apalagi aku hanya memiliki ijazah SMA. Karena adanya Covid- 19 ini malah banyak pekerja yang di rumahkan atau dengan kata lain di PHK. Waktu itu aku sangat bingung, kemudian aku memutuskan untuk mengunjungi kakek dan bercerita semua keluh kesah ku disana. Dan aku pun diberi solusi untuk membuka usaha sendiri dan diberi modal oleh kakek. Namun pada kondisi ini aku kembali dibingungkan dengan usaha apa yang akan aku jalankan, karena di tengah pandemic seperti ini banyak usaha yang sepi dan gulung tikar.
Akhirnya kakek merekomendasikan untuk kuliah dan dibiayai oleh beliau. Namun ada satu syarat yaitu aku harus kuliah di IAIN. Aku pun menolak karena tidak ada prodi yang sesuai dengan minat ku. Di posisi ini aku benar- benar menyerah dan menganggap ini akhir dari semua mimpi- mimpi ku.
Aku pun menganggur di rumah berbulan- bulan, dalam hati kecilku ada sedikit rasa iri yang menyelimuti melihat teman – teman berjuang masuk di perguruan tinggi impiannya masing- masing. Namun saat semua pendaftaran perguruan tinggi sudah tutup, ibu menyuruhku untuk kuliah karena kondisi keuangan keluargaku sudah stabil. Aku pun bergegas mencari pendaftaran perguruan tinggi yang masih dibuka. Namun ternyata banyak pendaftaran yang sudah tutup. Akhirnya aku memilih perguruan tinggi swasta yang ada dikota ku. Tapi tepat sebelum aku membayar uang pendaftaran, ada kabar bahwa sekolah vokasi UNS masih membuka pendaftaran. Aku pun mencoba mendaftar dengan menggunakan nilai raport. Dan Alhamdulillah aku diterima di sekolah vokasi UNS prodi Akuntansi dengan besaran UKT yang menurutku cukup ringan bagi keluargaku.
Dari perjalananku ini aku dapat mengambil hikmah mungkin saja Allah tidak mengabulkan keinginanku yang dulu karena Allah tidak ingin keinginanku itu menghancurkan masa depan ku. Dan sekuat apapun keinginanmu jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi. Allah pasti tau kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan keinginan kita. Pesan dariku jangan mudah menyerah karena yang kita kira akhir bisa saja merupakan langkah awal dari perjalanan kita.