Klausa: Cinta Bahasa dengan Mengenal yang Bebas dan Terikat

Klausa

Dewasa ini, istilah klausa sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar. Jika membahas mengenai klausa, maka yang terpikir pertama kali adalah kalimat. Bahkan sebagian orang di luar ranah pendidikan masih bingung membedakan klausa dan kalimat. Memang tidak heran sebab klausa merupakan bagian dari kalimat. Secara sederhana klausa ialah kata atau kelompok kata yang terdiri atas subjek dan predikat (dengan atau tanpa objek, pelengkap, maupun keterangan), tanpa tanda baca di akhir (Alwi & Moeliono, 2017).

Namun demikian, pada hakikatnya yang menjadi pertanyaan inti bukanlah definisi dari klausa. Tetapi lebih pada pertama, bagaimanakah pengklasifikiasian klausa? Kedua, bagaimanakah contoh penggunaan klausa dalam kalimat?

Sebenarnya, pengklasifikasian klausa menurut penjelasan didasarkan pada mampu tidaknya klausa tersebut berdiri sendiri sehingga berpotensi menjadi kalimat tunggal. Apabila klausa tersebut mampu berdiri sendiri, maka disebut dengan istilah klausa bebas atau independent clauses (Tallerman, 2011). Apabila klausa itu tidak mampu berdiri sendiri, maka dikenal dengan istilah klausa terikat atau dependent clauses (Josephs: 1975)

Secara lebih spesifik, klausa bebas dan terikat memiliki cukup banyak perbedaan ciri-ciri. Misal saja klausa bebas biasanya menempati induk kalimat sedang klausa terikat menempati posisi anak kalimat. Klausa bebas dihubungkan oleh oleh konjungsi dan, atau, ketika, seharusnya, sesudah, tetapi. Klausa terikat biasanya dihubungkan oleh konjungsi karena, akibat, selama.

Adapun contoh klausa bebas meliputi sebagai berikut.

  • Ayah makan
  • Ibu minum
  • Adik mandi
  • Puja juragan ayam
  • Lia membeli kue ketika ia mampir ke toko

Selain itu, adapun contoh klausa terikat meliputi sebagai berikut.

  • Nuri lapar karena belum makan (fasa terikat: belum makan)
  • Budi masuk penjara karena mencuri sandal jepit masjid (fras terikat: sandal jepit masjid)
  • Mobil avansa menabrak tiang akibat rem blong (frasa terikat: rem blong)

Dari pembahasan yang sudah dilakukan, dapat dismpulkan bahawa klausa merupakan bagian dari kalimat yang terdiri atas subjek dan predikat. Klausa sendiri dapat dibedakan menjadi dua. Pertama klausa bebas, kedua klausa terikat. Klausa dikatan bebas jika berpotensi berdiri sendiri menjadi kalimat dan biasanya berperan sebagai induk kalimat. Klausa dikatakan terikat jika tidak mampu berdiri sendiri sehingga tidak berpotensi menjadi kalimat.

Daftar Pustaka

Alwi, H., & Moeliono, A. M. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Josephs, L., Emesiochel, M., Tmodrang, M., & Wilson, H. (1975). Dependent Clauses. In Palauan Reference Grammar. Honolulu: University of Hawai’i Press.

Tallerman, M. (2011). Understansing Syntax. London: Hodder Education.