Kisah Dibalik Pilihanku

Halo sobat mijil, pada kesempatan kali ini aku mau berbagi sedikit kisah pada kalian. Kisah ini berawal pada tahun 2020, saat itu adalah tahun kelulusanku, dimana semua siswa SMA kelas XII yang lulus telah menentukan pilihan hidupnya tak terkecuali diriku. Beberapa minggu setelah kelulusan aku mendaftarkan diri mengikuti tes SBMPTN. Karena aku dari jurusan MIPA, aku memutuskan untuk mengambil rumpun SAINTEK dengan prodi Informatika di UNS sebagai pilihan pertama dan prodi Ilmu Gizi di UNDIP sebagai pilihan kedua. Sebenarnya dari lubuk hatiku yang terdalam aku ingin sekali mengambil prodi DKV karena ketertarikanku dengan hal-hal yang berbau seni, namun restu kedua orang tua tak kudapatkan.

Selama kurang lebih dua bulan aku mempersiapkan diri dengan mempelajari materi-materi yang akan di ujikan pada saat tes nanti. Hingga tiba saatnya ujian aku merasa cukup siap untuk mengikutinya. Hari silih berganti, pengumuman yang dinanti-nanti pun akhirnya muncul, aku membuka pengumuman melalui hp yang ku genggam dengan tangan yang bergetar dan jantung berdebar-debar, takut jika itu adalah kabar buruk. Dan ternyata memang benar aku tidak lolos. Terasa sedih memang, namun aku harus berjuang lagi. Aku pun segera mendaftarakan diri mengikuti tes mandiri dengan prodi yang sama seperti sebelumnya yaitu prodi Informatika di UNS, namun lagi-lagi gagal mungkin ini bukanlah jalanku.

Aku mencoba kembali mengikuti tes mandiri untuk yang kedua kalinya dengan prodi yang berbeda, akan tetapi tetap saja tak lolos. Tak berhenti disitu saja aku pun mecoba mengikuti tes sekolah kedinasan yaitu IPDN, bisa dibilang ini adalah satu-satunya harapanku karena pada saat itu nilai SKD yang kudapatkan bisa dibilang cukup tinggi, namun memang benar kata pepatah diatas langit masih ada langit, nilaiku kalah saing dengan yang lebih tinggi sehingga aku tak bisa melanjutkan tes ketahap berikutnya.

Pikiran dan hati terasa lelah dan pada akhirnya aku memutuskan untuk gap year dan mengikuti tes kembali ditahun berikunya, bukan berarti gap year membuat ku berhenti untuk bejuang, namun hal ini ku lakukan untuk mempersiapkan diri agar lebih baik dari sebelumnnya dan mengoreksi kekuranganku. Selama gap year aku mengasah otakku dengan materi yang berbeda dari sebelumnya yaitu SOSHUM, alasanku beralih ke rumpun SOSHUM karena aku merasa prodi di SOSHUM lebih bisa ku jangkau dibanding prodi SAINTEK dan tentunya dengan berbagai pertimbangan lainnya.

Tibalah pendaftaran SBMPTN 2021 aku pun menjatuhkan pilihan pertamaku di prodi Ilmu Administrasi Negara UNS. Alasanku memilihnya karena prodi tersebut adalah salah satu prodi favorit dengan tingkat keketatan yang tinggi, dan aku pikir jika aku bisa lolos di prodi ini aku bisa membuat bangga kedua orang tuaku, selain alasan tersebut menurutku Ilmu Administrasi Negara sepertinya keren karena membahas mengenai urusan negara. Setelah mengikuti tes akhirnya selang beberapa minggu pengumuman pun dirilis. Dan alhamdulillah betapa terkejutnya diriku karena dinyatakan lolos pada pilihan pertama, rasa senang dan haru bercampur aduk menjadi satu, yang aku pikir mustahil ternyata bisa terwujud. Itulah sepenggal kisahku hingga sampai di prodi Ilmu Administrasi Negara UNS. Sekian dan sampai jumpa lagi.