Ketika Sumatera Bertanya?

Hujan turun bukan sekadar air,

ia membawa kisah perih yang mengalir dari hulu ke hilir.

gunung kehilangan keteduhan,

tanah runtuh karena tak lagi berakar.

Sungai meluap menuding manusia,

lumpur menyapu rumah dan harapan.

Bukan langit yang harus di salahkan,

bukan pula bumi yang layak di salahkan.

Deru mesin lebih keras dari suara alam,

meninggalkan bukit tanpa pelukan hijau.

Keserakahan di tanam,memanen bencana, lalu bertanya : salah siapa semua ini?

Sumatera menangis dalam diam,

banjir dan longsor menjadi bahasanya.

Jika alam berbicara lewat bencana,

manusialah yang harus belajar mendengar dan berubah