Kenyataan Yang Tak Sesuai Harapan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya adalah salah satu mahasiswa yang kini sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sampai saat ini saya benar-benar tidak pernah menyangka bahwa saya bisa sampai di tahap ini sebelumnya.

Berawal dari tahun 2018 tahun dimana saya lulus sekolah menengah kejuruan di daerah saya, dengan berat hati saya mengubur keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi saat itu. Memang sudah ada sistempemberian beasiswa bagi pelajar yang kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya, tetapi pada saat itu ada banyak hal yang mengganggu pikiran saya untuk menetapkan pilihan antara melanjutkan kuliah atau bekerja dulu, ditambah lagi orang tua saya pesimis bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa tersebut karena memang persaingan dalam mendapatkan beasiswa tersebut sangat ketat.

Dari situ saya berkata pada diri saya sendiri, “oh ya sudah, mungkin memang ada baiknya saya mencari uang dulu”. Saya juga tidak mau menambah beban pikiran orang tua saya yang memang keadaannya sudah susah. Pada akhirnya saya mendaftar kerja disebuah pabrik dan Alhamdulillah saya diterima bekerja, melupakan keinginan saya untuk berkuliah sementara waktu. Disini menjadi awal dari perjuangan saya, harus saya syukuri kedua orang tua saya memberi saya dukungan penuh untuk menabung uang yang saya peroleh dari bekerja agar nanti jika sudah terkumpul saya bisa mendaftar kuliah. Perasaan iri seringkali muncul saat melihat teman-teman saya berkuliah pada saat itu.

Dua tahun sudah saya bekerja dan Alhamdulillah saya dapat mengumpulkan uang untuk membiayai kuliah saya sendiri. Tepat pada pertengahan tahun 2020 lalu, ada kerabat saya yang merekomendasikan untuk mendaftar kuliah di salah satu cabang perguruan tinggi yang baru saja dibuka di daerah saya tinggal, awal mendengar nama universitas itu membuat saya pesimis terlebih dahulu, bagaimana tidak universitas tersebut merupakan salah satu universitas ternama di Indonesia yang saya ketahui tidak sembarang orang bisa lolos ujian masuk ke universitas tersebut.

Benar saja persaingan sangat ketat untuk bisa lolos ke universitas tersebut. Bermodalkan nilai rapor SMK saya 2 tahun lalu dan juga dukungan dari orang tua serta orang-orang disekitar saya, Qodarullah saya diterima di universitas tersebut lewat jalur SUMD. Saya benar-benar tidak menyangka bisa lolos masuk universitas ini, meskipun pada akhirnya jurusan yang saya ambil bukanlah apa yang saya harapkan setidaknya saya harus menerima dan menjalaninya dengan berlapang dada, karena tidak semua orang seberuntung saya. Semangat!!!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.