Kenakalan Remaja dan Faktor Penyebabnya

aaatwrn
Sumber gambar: https://www.metropolitan.id/2019/08/kolong-flyover-jadi-lokasi-favorit-tawuran/

Menurut Willis (dalam Anggraini 2017) kenakalan remaja adalah kelalaian tingkah laku, perbuatan atau tindakan remaja yang bersifat asosiasi bahkan anti sosial, yang melanggar norma sosial, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Remaja merupakan masa dimana kanak-kanak menjalani peralihan menuju dewasa yaitu sekitar usia 13 tahun sampai 18 tahun. Asumsi remaja mengenai masa-masa tersebut seringkali bahwa masa remaja merupakan masa yang paling menyenangkan serta berkesan. Namun, dibalik itu semua terdapat kekhawatiran orang tua serta masyarakat.

Kenakalan remaja biasa terjadi ketika seorang anak mendapatkan kurang perhatian ataupun pengajaran dari orang tua mereka pada saat masa kanak-kanaknya. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan maupun kenakalan remaja. Sebagai contoh, terdapat dua anak SMP yang sedang menghirup rokok elektrik secara diam-diam dan terciduk oleh seorang guru, kemudian guru tersebut hanya menasehati tanpa memberi tindakan yang tegas. Selain nasihat, diperlukan pula tindakan yang tegas kepada anak.

Contoh-contoh Perilaku Kenakalan Remaja

  • Pemakaian narkoba,

  • Pergaulan bebas,

  • Mencuri,

  • Mabuk-mabukan,

  • Menggunakan rokok atau rokok elektrik.

Faktor Internal

Faktor internal yaitu sebuah faktor yang bersumber dari diri dalam remaja. Faktor ini dapat terjadi karena konsep diri atau pandangan terhadap diri remaja yang begitu rendah. Perlu diketahui bahwa pada masa remaja, pandangan terkait aspek yang ada dalam diri, seperti motivasi ataupun pendirian, menjadi hal yang begitu krusial bagi perkembangan diri. Hal-hal yang akan dilakukan seseorang kelak terpengaruh dari konsep diri yang telah dibentuknya, terutama pada masa remaja.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yaitu sebuah faktor yang bersumber dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan pertemanan. Maka dari itu, teramat pentingnya bagi para remaja untuk lebih pintar dalam memilih lingkungan pergaulan dan teman, dikarenakan perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Lingkungan keluarga juga memiliki pengaruh yang sangat penting, seperti dalam hal anak yang memperhatikan perilaku orang tuanya. Sebagai orang terdekat dalam tumbuh kembang seorang anak, orang tua yang saling berseteru dapat mempengaruhi pemikiran anak serta perilaku mereka kelak. Anak akan berpikiran bahwa lebih baik untuk menutup diri dibandingkan membuka peluang untuk hubungan interpersonal, sehingga hubungan sosial mereka dapat terganggu.

Gejala-gejala Kenakalan Remaja

Terdapat beberapa gejala kenakalan remaja yaitu:

  • Anak yang menutup diri dari lingkungan pertemanan,

  • Menghindar dari tanggung jawab rumah maupun sekolah,

  • Suka berbohong,

  • Kegelisahan,

  • Kurang konsentrasi,

  • Menyakiti teman secara fisik,

  • Sering mengeluh,

  • Memakai bahasa umpatan,

  • Membantah dan tidak patuh kepada orang tua atau guru.

Gejala-gejala tersebut dapat terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan orang tua, konflik dalam keluarga, serta buruknya komunikasi di antara orang tua dan anak. Hal-hal tersebut dapat menjadi penyebab seorang anak memiliki niatan ataupun keinginan untuk melanggar norma yang ada.

Mencegah Kenakalan Remaja

Berikut beberapa cara yang dapat membantu untuk mencegah kenakalan remaja:

  • Memberikan dukungan yang suportif,

  • Mendengarkan keluh kesah anak,

  • Memberi nasihat kepada anak,

  • Membuat aturan yang tegas terhadap anak,

  • Memberikan sanksi yang tegas ketika anak melanggar peraturan,

  • Mengajari anak bertanggung jawab,

  • Memberikan pujian kepada anak saat ia mengakui kesalahannya.

Tetapi, dalam beberapa kasus terdapat orang tua yang lebih mementingkan karir di atas mengurus anak. Hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kenakalan remaja. Tidak sepenuhnya tindakan yang dilakukan remaja dapat digeneralisir sebagai kesalahan remaja semata dalam mencari arah ataupun konsep diri, melainkan di balik itu semua terdapat peran serta tindakan orang tua dalam tumbuh kembangnya yang membuat seorang anak menyimpang dari norma sosial.

Dari uraian tersebut, dapat diketahui bahwa dari kenakalan remaja yang terjadi, terdapat peran orang tua yang sangat besar terhadap perilaku seorang anak. Orang tua perlu memberi perhatian khusus agar anak tidak merasa sendiri. Dan bahwa orang tua hendaknya mementingkan keperluan anak diatas yang lainnya, membenarkan dan mendampingi anak dalam setiap langkahnya, dibandingkan dengan menyalahkan seorang anak atas kesalahan maupun pelanggaran yang diperbuatnya.

Sumber Referensi:

Anggraeni, E. Y., & Irviani, R. (2017). Pengantar Sistem Informasi. (E. Risanto, Ed.). Yogyakarta: CV. Andi Offset.

12 Likes