Kegiatan Praktik, Bekal Membentuk Kesiapan Calon Pendidik

Penyiapan pendidik profesional harus dilakukan sejak dini mulai dari jenjang akademik di kampus maupun pengenalan lapangan atau kegiatan praktik di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Hal ini dilakukan agar calon pendidik dapat memahami, mengetahui, dan memiliki kemampuan kritis terhadap profesinya nanti. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa Program Sarjana Pendidikan diwajibkan untuk mengikuti tahap persiapan melalui kegiatan praktik atau Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).

Terhitung sudah satu bulan aku melaksanakan kegiatan praktik atau PLP di SMP Negeri 1 Kebakkramat, Karanganyar. Kegiatan praktik ini diawali dengan observasi dan model les untuk mengamati cara mengajar guru. Selanjutnya, mahasiswa akan dibimbing dan dilatih agar bisa mandiri sehingga dapat mengikuti ujian praktik mengajar di akhir kegiatan. Ah! Tentu saja ujian itu sulit dan mendebarkan. Mohon doanya agar semua berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Kegiatan demi kegiatan tentu dibarengi dengan pasang surut kendala. Beberapa kali aku mengalami kesulitan dalam menghidupkan atmosfer kelas saat pertemuan tatap muka (PTM) karena siswa terlalu lama belajar mandiri dari rumah. Mereka sudah berada di zona nyaman, sekolah sambil rebahan. Kendala lain adalah menentukan media paling cocok untuk siswa dengan waktu singkat saat PTM dan antusias yang minim saat pembelajaran daring. Semangat yang kurang membara dari siswa membuatku sedikit frustrasi. Tuhan, kuatkan kami!

Ada pahit, tentu ada hal manis. Selama satu bulan PLP ini aku menemukan beberapa pengalaman baru. Bertemu orang dan semangat baru, serta kesempatan membagikan ilmu kepada siswa. Atmosfer yang berbeda sangat terasa antara menerima ilmu di kampus dan menyalurkan ilmu di sekolah. Guru di sekolah ini juga ramah dan disiplin, jiwa disiplinku tentu diasah lagi. Aku juga diajari untuk terus mengajak siswa semangat belajar, mulai dari menasihati hingga memberikan pendampingan dan tugas mandiri.

PLP selama satu bulan mengubahku menjadi manusia sibuk. Setiap hari berangkat ke sekolah, mempersiapkan materi pembelajaran, bahkan memikirkan tugas siswa yang belum dikumpulkan. Jika diberi pertanyaan apakah lebih semangat untuk menjadi pendidik, tentu saja dengan lantang aku menjawab “iya”. Segala sesuatu yang baik tentu akan menghasilkan kesan yang baik pula. Kehadiran masalah dan kendala membuat perjunganku membentuk diri semakin sulit tetapi momen manis, pengalaman baru, hingga terbukanya mata tentang sekolah dan segala hal di dalamnya membuat tiap kesulitan terasa lebih ringan.

Selama PLP berlangsung, aspek etika kupelajari, pahami, dan laksanakan semampuku. Mulai dari etika berpenampilan, berkomunikasi, dan pergaulan. PLP tentu mengubah pola pikir dan etikaku di sekolah. Aku berharap segala hal baik yang telah kudapatkan mampu membentuk kesiapanku untuk menjadi calon pendidik profesional. Menjadi pendidik yang memiliki wawasan luas, tanggap, memiliki kepribadian, dan menjadi teladan yang baik. Hal lainnya, semoga kehadiranku di waktu yang singkat ini bisa sedikit menggugah semangat siswa dalam menuntut ilmu meski di kondisi seperti saat ini. Aku juga berharap semesta turut mengaminkan segala doa dan harapan yang kupanjatkan.

1 Like