Jeritan Dari Tanah Sumatra

Sumatra menjerit

Sumatra berduka

Apakah tuhan murka?

Atau babi rakus yang membabi buta?

Dia adalah babi yang pandai mencuci dosa

Dengan berlindung dibalik tugas negara

Hutan ditebang tanpa rasa iba

Tanah diperkosa, dan gunung ditikam demi sebuah angka

hujan datang dengan aba aba

tapi tidak dengan banjirnya

dan manusia pura pura lupa

Dan babi menjadi julukanya

sungai adalah nadi kehidupan

lantas bagaimana kabarnya yang disumatra

dia dipaksa mencerna limbah

dipersempit, dan dihimpit

saat dia muntah dan membasahi rumah

mereka bertanya “mengapa banjir datang”

ribuan jiwa mati sia sia

ratusan raga entah berada dimana

jutaan keluarga kehilangan rumahnya

lantas bagaimana dengan pelakunya?

di media, bencana adalah musibah

tapi faktanya apa?

itu adalah hasil dari sebuah rencana

keputusan ditunaikan dimeja meja

hutan adalah sumber dari angka

demi keungan sebuah negara

itu semua salah siapa?

tentu salah mereka yang menjual hutan

diam ketika tanah diuangkan

dibungkam ketika rakyat menyuarakan

dia tidak butuh simpati dari sibabi

dan baliho duka yang berisi janji

ia hanya butuh keadilan

butuh keberanian

untuk menumbangkan keserakahan

hari ini sumatra telah tenggelam

bersama dengan keyakinan yang runtuh

semuanya bukan bencana alam semata

melainkan hasil dari keserakahan yang dibiarkan

yang tersisa dari sumatra hanyalah lumpur dan duka

maka ingatlah

bencana ini bukan dari tuhan

melainkan dari sebuah tangan manusia

yang memilih lupa cara menjaga