Jalan Menuju Romaku

Halo, Aku Gelar Ahmad Dian Merkurio mungkin beberapa orang biasanya memanggil Rio. Aku berasal dari daerah yang memiliki beragam kuliner didalamnya seperti selat dan nasi liwet. Aku kelahiran tahun 2003 dan sekarang berumur 18 tahun di bulan Juni. Disini aku akan berbagi cerita jatuh bangun untuk bisa masuk dalam Universitas Sebelas Maret di jurusan Administrasi Negara.

Cerita ini berawal semenjak aku duduk di bangku kelas 11 dimana aku bertanya sama kakak tingkatku yang pada tahun itu akan mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi. Dia meceritakan cara belajar dan tak lupa peluang untuk masuknya. Semenjak dari itu aku aku bukannya malah semangat karena melihat kakak tingkatku yang dapat dikatakan “sangat pusing” dalam menghadapinnya. Sesudah dari itu aku naik kelas dan kakak tingkatku masuk ke perguruan tinggi. Aku mengikuti berbagai macam seminar serta taklupa bimbingan online dan offline. Berbagai macam tipe tipe soal bagaikan makanan sehari hari dari tipe A-Z. Yang pertama adalah seleksi SNMPTN yaitu seleksi perguruan tinggi melalui nilai rapor, aku pikir aku masuk di dalamnya tetapi setelah pembagian datanya aku tidak masuk di dalamnya. Semenjak dari itu mungkin aku sedikit termotifasi dan aku lanjutkan belajarku untuk mempersiapkan SBMPTN. Hari-h waktu ujian di laksanakan aku pikir aku bisa menjawab semua soal yang di berikan. Oiya aku lupa, aku ujian diuniversitas impianku dari dulu yaitu Universitas Sebelas Maret karena dari Ayah dan Ibuku menempuh Pendidikan di universitas tersebut.

Hari pengumuman SBMPTN berlangsung jam 15.00 aku sholat ashar terlebih dahulu sebelum membuka pengumuman, dan setelahnya aku membuka dengan bismillah. Dan ternyata aku dinyatakan tidak lulus seleksi. Setelah hari itu, aku mendaftar banyak sekali seleksi mandiri yang diadakan. Total aku setelah mengikuti seleksi ada 6 perguruan tinggi yang menolak saya dan 3 diantaranya aku lulus termasuk di Universitas Sebelas Maret jurusan Administrasi negara. Seleksi mandiri bukan hal yang buruk karena sangat susah juga untuk lolos di dalamnya.

Itulah cerita jatuh bangunku dalam masuk di perguruan tinggi. Aku memiliki kutipan yang membuat aku selalu bersemangat, yaitu “Gajah Mada tidak akan makan buah Pal sebelum Nusantara Bersatu” itu ku artikan bahwa “aku akan selalu berjuang mati matian sebelum aku lolos seleksi”. Tidak luput dari orang orang yang sebelumnya meremehkan saya karena mereka anggap aku tidak pandai dalam hal akademik, sekarang mereka memberikan selamat.

Terimaksih