Generasi Muda Membangun Keterampilan Digital dan Kemandirian

Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Generasi ini disebut sebagai “Generasi Z”. Generasi ini muncul setelah generasi Millenial dan sebelum generasi Alpha. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan internet dari waktu ke waktu, Generasi Z telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kebutuhan hubungan sosial mereka melalui dunia maya. Disengaja atau tidak, Gen Z sudah tidak asing lagi dengan teknologi gadget dan sangat nyaman dengan smartphone. Generasi ini tidak hanya paham teknologi dan gadget, tetapi mereka juga memiliki ciri-ciri yang sama, dapat beradaptasi cepat terhadap lingkungan sekitarnya, mencari dan mengetahui informasi dengan mudah dan cepat.

Pada generasi ini kita berada di era revolusi industri 4.0 yang pada dasarnya mengubah pola hidup, pola pikir, pola kerja yang berhubungan dengan satu sama lain. Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya internet of atau for things yang diikuti teknologi baru dalam data dan sains, kecerdasan buatan, robotik, dan lain-lain. Era pendidikan 4.0 juga berperan sebagai konektor, kreator, dan konstruktivis dalam memproduksi dan mengaplikasikan pengetahuan untuk berinovasi. Keterampilan mengoperasi digital yang dimiliki generasi ini dapat membuat kehidupan mereka menjadi mandiri dalam mencari informasi. Keterampilan generasi Z meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah. Kompetensi ini bertindak meliputi komunikasi, kolaborasi, literasi digital dan literasi teknologi.

Generasi Z tumbuh di era digital, yang dimana teknologi informasi mengalami perkembangan pesat. Pembelajaran berbasis teknologi menjadi kunci dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka. Platform daring, merupakan aplikasi pembelajaran, dan perangkat pintar yang dapat digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran secara inovatif dan interaktif. Pembelajaran berbasis digital juga memberikan fleksibilitas waktu dan tempat kepada generasi Z untuk memperoleh informasi kapan saja dan di mana saja. Penggunaan teknologi berbasis komputer atau aplikasi merujuk pada cara penyajian bahan atau materi pembelajaran yang dikembangkan dan diakses melalui perangkat mikroprosesor, seperti komputer dan smartphone. Dengan menyimpan dan menampilkan data dalam format digital, teknologi ini membutuhkan perangkat khusus seperti komputer dan smartphone. Mengingat generasi Z cenderung memiliki tingkat penggunaan teknologi dan gadget yang tinggi, pendistribusian materi pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien jika dilakukan melalui aplikasi, baik yang berbasis komputer maupun mobile(smartphone). Teknologi online menunjukkan peran pentingnya dalam mengembangkan metode-metode baru dalam proses belajar-mengajar.