Do'a |Amir Hamzah|

Do’a

image

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?

Dengan sendja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas pajah terik.

Angin malam menghembus lemah, menjedjuk badan, melambung rasa menajang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.

Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnja.

Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menjirak kelopak.

Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan tjahajamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku raju!

Amir Hamzah Njaji Sunji, 1935.