Di Balik Gemuruh Bumi

Di bawah langit Sumatera,
gemuruh bumi terpatri,
mengguncang jiwa yang terlelap,
menorehkan luka dalam sejarah.

Siapa yang salah, kita bertanya,
ketika debu mengaburkan harap,
ketika mata menangkap duka,
dan kaki tak lagi kukuh berdiri?
Adakah jawaban yang tak berbalut luka?

Angin berbisik lewat batang pohon,
“Ini bukan sekadar angka dan berita,
tapi derai air mata yang jatuh
dari wajah yang kehilangan rumah,
sebuah masa depan, sebuah cerita.”

Apakah salah bumi yang meronta?
Atau tangan-tangan manusia
yang lupa merawat rumah kita bersama?
Di sana, di dasar relung malam
tumbuh tanya tentang tanggung jawab.

Dan ketika gemuruh mereda,
tak hanya reruntuhan yang kita hitung,
tapi juga nurani yang harus kembali dibangun,
bahwa bencana bukan sekadar kebetulan—
melainkan cermin dari pilihan kita bersama.