Dari Playlist ke Konser, Teman Setia Saat Tugas dan Laprak Menumpuk


Gambar 1. Konser band FSTVLST diacara MODS MAY DAY 2026 (doc.holafest).

Saat Tugas dan Laprak --laporan praktik-- Datang Bersamaan
Sebagai mahasiswa, pasti ada saat-saat ketika tugas, laprak, dan berbagai pekerjaan lainnya datang secara bersamaan. Aku juga sering mengalami kondisi seperti itu, terutama ketika laprak yang harus dikerjakan masih ditulis tangan. Baru melihat daftar tugas saja terkadang rasanya sudah membuat semangat menurun. Suasana hati langsung berubah dan rasa malas mulai muncul karena pekerjaan yang harus diselesaikan terlihat begitu banyak.

Ketika sedang merasa jenuh atau mentok, aku terkadang memilih membuka TikTok, Instagram, atau sekadar rebahan. Dalam pikiranku sering muncul kalimat, “Ah, nanti saja dikerjakan.” Semakin lama ditunda, tugas akan semakin menumpuk dan akhirnya membuat pikiran tidak tenang. Akibatnya, waktu istirahat pun tidak terasa nyaman karena masih teringat pekerjaan yang belum selesai.

Setiap mahasiswa tentu memiliki cara masing-masing untuk mengembalikan semangat ketika menghadapi situasi seperti ini. Ada yang memilih tidur sejenak, bermain gim, berolahraga, atau mengobrol dengan teman. Sementara itu, cara yang paling sering kulakukan adalah mendengarkan musik. Bagiku, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga teman yang membantu mengembalikan suasana hati dan membuat proses mengerjakan tugas terasa lebih ringan.

Playlist Favorit yang Selalu Menemani
Ketika sedang merasa suntuk, hal pertama yang biasanya kulakukan yaitu membuka daftar putar favorit. Musik yang paling sering kudengarkan berasal dari genre pop punk, indie, dan alternatif. Beberapa band dan musisi yang hampir selalu ada dalam daftar putarku antara lain Alkateri, FSTVLST, The Jeblogs, The Adams, Rumah Sakit, Hindia, .Feast, dan Perunggu. Lagu-lagu mereka sudah menjadi bagian dari keseharianku selama menjalani perkuliahan.

Setiap musisi memiliki karakter dan suasana yang berbeda. Saat membutuhkan tambahan energi untuk memulai tugas, aku biasanya memilih lagu-lagu yang lebih cepat dan bersemangat. Irama yang energik membuatku lebih termotivasi untuk mulai membuka laptop atau mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya terasa berat. Dengan suasana hati yang lebih baik, aku biasanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.

Saat sedang lelah atau banyak pikiran, lagu-lagu dari Hindia atau Perunggu sering menjadi pilihan utama. Lirik dan nuansa musik mereka mampu menciptakan suasana yang lebih tenang sehingga pikiranku terasa lebih ringan. Kadang hanya dengan mendengarkan satu atau dua lagu saja, suasana hati yang sebelumnya berantakan bisa perlahan kembali normal. Hal sederhana seperti itu sering membantu diriku untuk kembali fokus pada tugas yang harus diselesaikan.

Salah satu kekuatan musik yaitu kemampuannya untuk memengaruhi suasana hati. Ketika mendengarkan lagu yang sesuai dengan kondisi yang sedang dirasakan, emosi menjadi lebih teratur dan semangat bisa kembali muncul. Musik juga membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan dibandingkan harus bekerja dalam keadaan sunyi. Karena itulah musik selalu menjadi pilihan pertama ketika aku membutuhkan motivasi.

Musik sebagai Teman Menulis Laprak
Selain membantu memperbaiki suasana hati, musik juga menjadi penyelamat saat mengerjakan tugas dan laprak. Karena laprak yang kukerjakan masih harus ditulis tangan, prosesnya sering kali terasa melelahkan. Menulis berlembar-lembar halaman membutuhkan konsentrasi dan kesabaran yang tidak sedikit. Kondisi tersebut membuatku membutuhkan sesuatu yang dapat menjaga semangat selama mengerjakannya.

Jika suasana terlalu sepi, aku justru lebih mudah terdistraksi. Pikiran sering melayang ke mana-mana dan akhirnya malah membuka media sosial. Karena alasan tersebut, aku hampir tidak pernah mengerjakan tugas tanpa menggunakan earphone atau headset. Kehadiran musik membuat pikiranku lebih terarah pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Lagu-lagu dari The Adams, Rumah Sakit, maupun FSTVLST sering menemaniku ketika sedang menulis laprak. Dengan adanya musik, waktu terasa berjalan lebih cepat. Tugas yang awalnya terlihat menyeramkan dan melelahkan menjadi terasa lebih ringan untuk diselesaikan. Bahkan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama terasa tidak terlalu membosankan.

Walaupun tangan mulai pegal dan rasa kantuk kadang datang, musik membuatku tetap bertahan sampai pekerjaan selesai. Aku merasa lebih fokus dan tidak mudah bosan ketika mendengarkan lagu favorit. Terkadang tanpa sadar satu bagian tugas sudah selesai hanya karena terlalu menikmati musik yang sedang diputar. Pengalaman tersebut membuatku semakin yakin bahwa musik memiliki manfaat yang besar dalam proses belajar.

Dari Bersih-Bersih Rumah hingga Menonton Konser
Musik tidak hanya menemaniku saat belajar. Dalam kehidupan sehari-hari, musik juga selalu hadir ketika melakukan berbagai aktivitas lain, termasuk saat membersihkan rumah. Bagiku, mendengarkan musik sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari kegiatan sehari-hari. Hampir setiap aktivitas terasa lebih menyenangkan ketika ditemani lagu favorit.

Jujur saja, menyapu, mengepel, atau merapikan kamar bukanlah aktivitas yang selalu menyenangkan. Suasana langsung berubah ketika daftar putar favorit mulai diputar. Aku sering ikut bernyanyi sendiri sambil membereskan kamar dan menata barang-barang yang berantakan. Tanpa terasa pekerjaan rumah yang awalnya membosankan menjadi lebih ringan untuk dilakukan.

Lagu-lagu dari .Feast, Alkateri, atau The Jeblogs membuat tubuh ikut bergerak mengikuti irama musik. Sering kali yang awalnya hanya berniat merapikan meja belajar, akhirnya berlanjut sampai satu kamar menjadi bersih dan rapi. Musik membuat pekerjaan yang membosankan terasa lebih menyenangkan untuk dilakukan. Karena itulah aku hampir selalu memutar lagu ketika sedang membersihkan rumah.

Selain mendengarkan musik dari daftar putar favorit, aku juga senang menonton konser ketika ada band favorit yang tampil di Magelang atau daerah sekitarnya. Jika jadwal kuliah, tugas, dan kondisi memungkinkan, aku biasanya berusaha untuk datang. Menurutku, menonton konser memiliki pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya mendengarkan lagu melalui earphone. Setiap ada kesempatan, aku selalu berusaha menikmati pengalaman tersebut.

Melihat musisi favorit tampil secara langsung, bernyanyi bersama penonton lain, serta merasakan energi dari suasana konser memberikan pengalaman yang sulit digantikan. Apalagi jika yang tampil adalah Hindia, .Feast, FSTVLST, atau musisi lain yang sering kudengarkan setiap hari. Pengalaman tersebut mampu menghilangkan rasa lelah dan penat untuk sementara waktu. Setelah konser selesai, biasanya aku merasa lebih segar dan bersemangat untuk kembali menjalani aktivitas perkuliahan.

Musik yang Membuat Hari-Hari Lebih Ringan
Musik bukan hanya hiburan yang diputar untuk mengisi waktu luang. Bagiku, musik sudah menjadi teman yang selalu hadir ketika suasana hati sedang berantakan, tugas sedang menumpuk, atau saat merasa lelah menghadapi rutinitas sebagai mahasiswa. Kehadiran musik membuat berbagai aktivitas terasa lebih ringan untuk dijalani. Musik mampu memberikan semangat baru meskipun berada dalam situasi yang melelahkan.

Mulai dari daftar putar yang menemani saat menulis laprak, membantu menjaga fokus ketika belajar, menemani aktivitas bersih-bersih rumah, hingga memberikan pengalaman berkesan saat menonton konser, semuanya memiliki peran penting dalam keseharianku. Musik selalu hadir dalam berbagai momen, baik saat senang maupun saat sedang menghadapi kesulitan. Karena itu, musik bukan hanya sekadar hiburan bagiku. Musik sudah menjadi bagian penting yang membantu menjalani kehidupan perkuliahan dengan lebih nyaman.

Sesederhana mendengarkan lagu favorit atau menghadiri konser ketika ada kesempatan, hal tersebut sering kali cukup untuk mengembalikan semangat yang sempat hilang. Musik memberikan energi positif yang membuatku lebih siap menghadapi berbagai tugas dan tantangan. Aku percaya bahwa musik akan terus menjadi teman setia dalam perjalanan kuliahku. Bagi saya, musik bukan sekadar hiburan, melainkan sahabat yang selalu hadir untuk memberikan semangat di tengah padatnya kehidupan sebagai mahasiswa.

1 Like