Berjuang Melawan Jerawat Berujung Diet Sehat

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang menjadi masalah bagi kaum remaja dan dewasa muda. Dimana Jerawat mungkin tidak menjadi masalah serius dalam bidang penyakit akan tetapi dapat mengurangi rasa kepercayaan diri sesesorang. Ya terutama remaja paruh baya seperti saya yang masih sangat buta sekali akan merawat diri. Dulu yang dipikiran saya hanya jajan dan sekolah. Nah faktor dari munculnya jerawat berasal dari sembarangan makan yang tidak sehat dan juga pola hidup yang berantakan. Kurang lebih saya mulai mengalami jerawatan pada tahun 2018 dimana saya menginjak SMA dan merasa minder sekali dengan teman yang lain wajahnya pada mulus mulus. Kembali lagi yang dulunya suka makan sembarangan dan juga tidak menjaga pola makan akhirnya berat badan saya naik drastis. Lama-kelamaan jerawat saya bermunculan akan tetapi saya tidak terlalu menghiraukannya.

Lanjut suatu ketika saya mendapatkan omongan dari teman saya bahwa saya itu hitam jerawatan terutama dari cowok yang saya sukai, disaat itu juga hati saya sakit sekali dan dalam hati saya berkata, β€œ detik ini juga saya akan menjaga pola makan saya dan merawat diri saya dan juga mempercantik diri saya supaya yang membicarakan kejelakan saya bisa menelan ludahnya sendiri β€œ. Waktu mulai berlalu saya selalu memperhatikan penampilan saya yang dulunya sama sekali tidak tahu apa itu cuci muka, handbody, dan lainnya. Saya mulai mencoba dan alih-alih saya juga berada pada fase gagal dalam merawat diri. Terkadang tidak cocok dengan produk A dan berujung mempertambah pertumbuhan jerawat. Saya tidak menyerah begitu saja demi membayar omongan mereka. Dan berbakal dari media youtobe,artikel kecantikan dan review dari teman menyarankan produk ABC sampai Z pun sudah saya lakoni.

Hingga pada suatu saat saya menyerah dalam mengatasi perjuangan melawan jerawat, saya berpindah untuk beralih ke diet saja. Saya orangnya terlalu memperhatikan penampilan dan selalu ingin tampil sempurna di mata orang lain. Dan alih-alih saya merasa insecure dengan diri saya sendiri. Saya setiap hari berdiri di depan kaca untuk mempelihatkan bagian tubuh mana yang kurang enak saat dipandang. Pandangan saya tertuju pada paha saya yang besar dikarenakan memang kelebihan berat badan dari kegemaran saya yang suka jajan. Waktu itu juga saya berkata, β€œ Mulai hari ini saya diet demi membayar omongan orang-orang, dan tidak peduli orang lain mau mengatakan apa yang saya lakukan.” Waktu itu pun saya langsung membeli skipping di toko dekat rumah seharga Rp. 14.000-, Rasanya senang sekali dan setiap hari saya melakukan skipping, setiap sore tanpa lelah dan menyerah saya workout cuma demi membayar omongan mereka. Seminggu kemudian sakit karena kecapean olahraga yang menurut saya terlalu berat juga tidak diimbangi makan yang diperlukan, sehingga badan terasa lemas dan pucat.

Dari itu saya tidak menyerah, saya terus bangkit dan suatu ketika saya berkaca memang sudah ada perbedaan terutama paha saya akan tetapi yang lebih menyenagkan lagi bentuk anggota tubuh yang lain juga mengalami perbedaan terlebih juga pada jerawat yang mulai berkurang setelah saya melakukan olahraga. Dari situlah saya semakin bersemangat berolahraga dan tiap pulang sekolah saya memasak masakan yang sehat sendiri sampai Ibu saya berkata,” sudah ibuk masakin kok malah makan sendiri”. Saya hanya berdesus kesal akan tetapi saya tetap melakukan ini tiap hari sampai kurang lebih 3 bulan lamanya. Satu persatu permasalahan dari tubuh yang saya alami mulai ada titik terangnya. Mulai dari paha yang besar menjadi semakin mengecil karena workout dan juga perut semakin langsing. Tidak kalah senangnya yaitu permasalahan pada jerawat yang tak kunjung berkurang. Saya masih merasa kurang, masih normal kodrat saya sebagai manusia ingin yang lebih dan lebih.

Alhasil saya mencari berbagi sumber dari youtobe, artikel, tiktok mengenai skincare yang cocok digunakan. Suatu ketika saya membeli skincare yang dulunya saya sangat awan sekali dengan BPOM sehingga saya mencoba coba dan langsung membelinya. 1 bulan kemudian membawa kabar yang bahagia muka saya menjadi glowing bak artis. Saya mulai dari situ rasa percaya diri saya meningkat dan mulai terbayarkan omongan orang yang menjelekkan saya. Hal tersebut tidak berjalan lama, 3 bulan kemudian muka saya hancur sehancurnya jerawat kemerahan semua berkumpul menjadi satu. Akhirnya, saya searching di google bahwasannya skincare yang saya gunakan ini belum BPOM dan penyebabnya muka saya menjadi hancur dan rusak. Disitu juga posisi saya sangat terpuruk apalagi omongan mereka yang tidak menyukai saya bertambah meledak ledak. Saya menutup diri berusaha berjuang keras lagi untuk menyembuhkan jerawat dan tak lupa juga saya tetap merutini olahraga dan mencari informasi mengenai produk yang cocok digunakan untuk type muka seperti saya sendiri.
Waktu demi waktu terus berjalan dan akhirnya saya berusaha untuk menerima diri saya sendiri dan mencintai diri saya sendiri. Bersabar dan ikhtiar sambil mencari produk yang aman untuk digunakan. Suatu ketika saya menemukan sebuah produk yang aman dan saya membelinya 2 bulan kemudian muka saya kembali normal dan jerawat mulai berkurang dari situlah saya bersyukur dan mencoba untuk tidak bergonta-ganti dengan skincare yang tidak aman. Dari situlah berjuangan saya terbayarkan dan bisa membuktikan kepada orang bahwa saya mampu untuk berjuang melawan jerawat dan akhirnya berat badan saya pun juga ikut turun menjadi ideal dan saya sangat bersyukur atas perjuangan saya demi mengembalikan rasa percaya diri.

2 Likes