Tanah yang dulu hijau
kini menangis dalam lumpur.
Hujan tak lagi doa,
ia berubah menjadi banjir
yang membawa tanya:
salah siapa?
Bukan air yang kejam,
melainkan tangan manusia
yang menjual hutan,
menukar masa depan
dengan untung sesaat.
Rumah tenggelam,
kenangan hanyut.
Anak-anak belajar takut,
orang dewasa sibuk menyalahkan.
Bencana bukan murka alam,
ia cermin.
Dan di dalamnya,
kita melihat wajah sendiri.
