Bahasa Gaul yang Mengikis Bahasa Indonesia

WhatsApp Image 2021-12-17 at 15.06.27
Sumber : cplusart.com

Bahasa menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Secara umum bahasa dapat diartikan menjadi kemampuan yang dimiliki untuk melakukan komunikasi antara satu individu dengan individu lain. Tercatat ada sekitar 6000-7000 bahasa diseluruh dunia. Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari manusia lain untuk hidup, manusia dituntut untuk bisa berinteraksi dengan sesamanya. Kebutuhan akan interaksi inilah yang akhirnya menciptakan bahasa. Bahsa telah dikenal manusia ribuan tahun yang lalu jauh sebelum masehi. Gambar merupakan bahasa yang dikenal jauh sebelum tulisan.

Di setiap negara pasti mempunyai bahasa nasional dan bahasa resmi yang digunakannya. Di negara yang berdeketan biasanya cenderung mempunyai bahasa yang hampir mirip atau serupa. Negara Indonesia sendiri menggunakan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Resmi. Bahasa Indonesia tidak boleh dicampurkan dengan bahasa asing ataupun menggabungkannya dengan bahasa lain. Sejarah dari bahasa Indonesia dikutip dari kemendikbud mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang tumbuh dan berkembang sejak zaman dulu dan sudah dipergunakan sebagai bahasa penghubung (lingua franca) hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Indonesia lahir tidak lepas dari perjuangan darah dari para pahlawan terdahulu. Bahasa Indonesia ini diremikan pada tahun 1945.

Lalu benarkah keaslian bahasa akan terkikis dengan maraknya bahasa gaul yang digunakan pada zaman sekarang?

Perkembangan dan pengaruh globalisasi yang semakin cepat, tidak hanya menjalar dari segi alat komukasi yang semakin canggih juga berpengaruh pada tata kebahasaan. Adanya pengaruh dari globalisasi tersebut memunculkan jenis bahasa baru yang biasa dikenal dengan sebutan bahasa Gaul. Menurut sejarawan bernama Ben Anderson, bahasa Indonesia berkembang kedua arah yang berbeda, yakni bahasa Indonesia baku, dan bahasa Indonesia gaul. Bahasa gaul dapat diartikan sebagai bahasa tidak formal atau bahasa tidak resmi yang mempunyai arti khusus, bahkan bertentangan dengan arti yang sebenarnya, bahasa gaul tidak terdapat dalam komponen EYD (Ejaan yang Disempurnakan) ataupun pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesi). Bahasa gaul biasanya umum digunakan di berbagai lingkungan sosial bahkan sekarang banyak digunakan dalam media-media populer seperti TV, media sosial, dan diberbagai film nasional.

Munculnya bahasa gaul memberikan kekhawatiran akan turunnya pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal jati diri bahasa Indonesia merupakan ciri dari bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dipertahankan. Bahasa haruslah terus dikembagkan dan diamalkan agar tidak terpengaruh oleh bahasa asing. Bukan berarti mempelajari bahasa asing itu dilarang karena bahasa asing juga penting untuk berkomunikasi antar negara. Terlepas dari dampak negatif bahasa gaul yang dapat merusak tatanan kebahasaan Indonesia, alangkah baiknya menggunakan bahasa yag sesuai dengan kedaan dan situsi yang tepat. Namun, sebagai warga negara Indonesia sudah semestinya kita berperan dan bertanggung jawab dalam menjaga dan mempertahankan bahasa Indonesia.

1 Like