Bagian Kecil Hidup Saya

Halo teman temanku. Perkenalkan nama saya Nabila seorang perempuan muda yang berasal dari Solo. Saya menulis karangan ini untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia. Saya akan sedikit bercerita tentang apa yang saya alami beberapa bulan terakhir.

Bulan April adalah bulan dimana saya memperjuangkan pilihan saya. Ya! Saya berjuang untuk masuk di Kampus Favorit yaitu Universitas Sebelas Maret. Mulai dari merangkum beberapa materi online, latihan soal yang diadakan di Instagram, sampai bimbingan privat semua saya lakukan demi masuk ke Perguruan Tinggi tersebut. Pada tanggal 2 Mei 2021 saya melakukan Tes UTBK di UNS. Dengan semangat yang menggelora saya mengeluarkan semua ilmu yang telah saya pelajari. Saya berangkat jam 6.45 sesuai yang ada di jadwal. Perasaan gugup dan tegang jadi satu dan saya takut semua soal yang telah saya pelajari hilang saat mengerjakan soal nanti. Jam 7 saya dan peserta lainnya diperbolehkan untuk memasuki ruangan. Sebelum memasuki ruangan kita disuruh untuk ke kamar kecil dahulu karena nantinya kita akan menghadap ke laptop selama kurang lebih 3,5 jam. Waktu mengerjakanpun dimulai. Saya mulai dengan rasa tenang meskipun sedikit tegang.

“Kringgggg”. Bel berbunyi menandakan waktu telah habis. Semua peserta berhenti mengerjakan dan diperbolehkan keluar ruangan. Setelah mengerjakan Soal UTBK tadi ada perasaan lega dan ceria. Akhirnya saya menyelesaikannya meskipun ada dua tiga nomer yang terlewat. Saya pulang dijemput oleh ibu dan adik saya. Saat perjalan ibu menawari saya untuk pergi bersenang senang. Saya menyetujuinya, karena mata saya merasa lelah sekali. Kami mengunjungi Mal ternama di Solo. Saya lupa namanya tapi yang jelas saya disana membeli baju dan membeli makan siang.

Hari yang saya tunggu akhirnya datang juga. Hari dimana pengumuman lolos seleksi UTUL UTBK UNS. Saat itu jam 3 siang saya membuka pengumuman. Dan hasilnya adalah saya tidak lolos seleksi. Sedih sekali setelah mengetahui kebenaran itu. Kamar menjadi saksi bisu saya menangis. Kata ibu saya tidak apa apa. Saya mencoba iklas dan tidak berhenti menyerah. Padahal pada bulan lalu saya juga mendaftar ujian mandiri di UIN Walisongo. Saya lolos seleksi namun tujuan saya hanya di UNS. Akhirnya saya minta izin kepada kedua orang tua saya agar diperbolehkan seleksi mandiri di UNS. Ayah dan ibu saya sangat menyetujui bahkan beberapa guru saya juga menyarankan untuk seleksi mandiri. Karena mendapat dukungan yang begitu banyak, saya berjuang lagi lebih semangat agar bisa lolos seleksi.

Ujian mandiri UNS dilaksanakan secara online. Saya kebetulan mendapatkan tanggal 24 Juni 2021 hari Kamis. Semua sudah saya persiapkan mulai dri kertas ujian, ktp, laptop dan jaringan yang stabil. Hari ujian datang namun perasaan saya tidak seperti pada saat UTBK. Saya malah merasa sangat tenang dan satai. Apapun nanti hasilnya sudah saya ikhlaskan. Setelah ujian selesai saya merangkum lagi beberapa universitas yang akan saya daftar apabila di UNS saya tertolak lagi.

Tanggal 30 Juni 2021 tepatnya pada jam 4.30 ibuku membangunkanku solat subuh. Selesai solat subuh saya pun mengaji beberapa lembar dan berdoa mengingat hari ini adalah pengumuman seleksi UM UNS. Setelah melakukan kegiatan tersebut saya melirik sebuah jam dinding berwarna biru manis yang terpasang di atas pintu ruang tamu. Saya mengambil handphone dan langsung membuka Safari. Rasa tegang dan gelisah muncul lagi namun saya tetap mencoba tenang dan pasrah. Saya melihat pengumuman tersebut sambil teriak. YA!! Saya lolos seleksi UM UNS. Rasa senang bersama bangga saya rasakan pada saat itu juga. Perjuangan saya berbulan bulan lalu tidak sia sia. Saya berterimakasih kepada Allah karena telah mengabulkan doaku dan doa orang orang disekitarku. Saya juga berterimakasih kepada beberapa oramg yang telah memberi dukungan lebih kepada saya. Ini adalah sedikit cerita dari bagian perjalanan hidup saya. Terimakasih teman teman telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya sampai selesai.